HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Minta INKA Bertransformasi di Tengah Rencana KAI Impor 23 Rangkaian KRL Bekas dari Jepang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Danantara Minta INKA Bertransformasi di Tengah Rencana KAI Impor 23 Rangkaian KRL Bekas dari Jepang
Foto: (Sumber :Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Kamis (8/10/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira).)

Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) meminta PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan transformasi dan meningkatkan kualitas produksinya agar mampu memenuhi kebutuhan kereta api dalam negeri, menyusul rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimpor 23 rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang.

Direktur Operasional atau Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur BUMN, Dony Oskaria, mengatakan transformasi INKA diperlukan untuk mendukung industrialisasi nasional dan meningkatkan daya saing industri perkeretaapian.

Dony mengaku telah memanggil jajaran direksi INKA untuk membahas langkah pembenahan perusahaan ke depan.

"Kita harus juga melihat bahwa tadi dalam rangka menuju industrialisasi, INKA juga harus bertransformasi. Tidak bisa dengan kualitas yang tidak baik ya, tidak bisa. Makanya saya sudah memanggil direksi INKA, ke depannya INKA juga harus bertransformasi," kata Dony di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pembahasan pengadaan tambahan armada KRL Jabodetabek untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat yang terus meningkat.

Danantara Tekankan INKA Harus Tingkatkan Kualitas Produksi

Dony menilai INKA perlu melakukan pembenahan agar produk kereta api buatan dalam negeri dapat menjadi pilihan dalam memenuhi kebutuhan operator transportasi nasional.

Menurutnya, perusahaan milik negara tidak dapat mempertahankan pola pengelolaan yang sama tanpa melakukan peningkatan kualitas dan kemampuan produksi.

"Seluruh perusahaan pemerintahan harus bertransformasi, tidak bisa lagi mereka eksis dengan kondisi seperti hari ini. Karena itu, INKA-nya harus bertransformasi," ujarnya menambahkan.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan industri perkeretaapian nasional.

Danantara juga mempertimbangkan pemanfaatan produksi dalam negeri melalui INKA untuk membantu memenuhi kebutuhan tambahan rangkaian KRL Jabodetabek.

Namun, pembahasan tersebut berlangsung bersamaan dengan rencana KAI mendatangkan kereta bekas dari Jepang.

KAI Ajukan Impor 23 Rangkaian KRL Bekas dari Jepang

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan rencana impor KRL bekas dari Jepang kepada Komisi VI DPR RI.

Usulan tersebut telah mendapat persetujuan Komisi VI DPR RI sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tambahan armada KRL Jabodetabek.

Bobby menjelaskan bahwa KAI membutuhkan 23 rangkaian kereta atau trainset tambahan untuk menunjang operasional layanan KRL.

Kebutuhan tersebut muncul seiring meningkatnya jumlah pengguna transportasi KRL di wilayah Jabodetabek.

Adapun rincian kebutuhan tambahan armada yang diajukan KAI adalah sebagai berikut:

7 rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12.

16 rangkaian KRL dengan formasi delapan kereta atau SF8.

Total kebutuhan: 23 rangkaian KRL.

Rencana pengadaan tersebut diarahkan untuk menambah kapasitas layanan transportasi rel bagi masyarakat.

Dony Akan Temui Menhub Bahas Rencana Impor KRL

Menanggapi rencana tersebut, Dony mengatakan akan segera bertemu dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk membahas kebutuhan armada dan rencana impor KRL bekas dari Jepang.

Pertemuan tersebut akan menjadi bagian dari koordinasi pemerintah dalam menentukan langkah pemenuhan kebutuhan transportasi kereta api.

Dony menyatakan Danantara pada prinsipnya mendukung langkah yang diperlukan untuk mempercepat pengembangan transportasi publik.

"Pada dasarnya, tentu kita mendukung apapun yang dibutuhkan dalam langkah percepatan transportasi kita. Karena memang kereta api menjadi salah satu transformasi publik yang diharapkan oleh pemerintah itu bisa menimbulkan banyak hal (positif)," kata Dony.

Menurutnya, pengembangan transportasi kereta api memiliki manfaat yang lebih luas, termasuk dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Ia juga menilai peningkatan penggunaan transportasi publik dapat membantu menekan polusi udara dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Danantara Akan Bahas Kebutuhan Armada dengan Direktur Utama KAI

Selain berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dony berencana membahas kebutuhan tambahan armada secara langsung dengan Direktur Utama PT KAI.

Pembahasan tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah kereta yang dibutuhkan dalam memenuhi permintaan layanan masyarakat.

"Pada dasarnya kami tentu sangat mendukung, tinggal nanti kita bisa (bertemu) dengan Direktur Utama PT KAI, berapa banyak yang dibutuhkan oleh KAI untuk memenuhi kebutuhan daripada masyarakat kita," ujar Dony.

Danantara menyatakan dukungannya terhadap pengembangan transportasi publik sekaligus menekankan pentingnya peningkatan kemampuan industri kereta api nasional.

Dalam konteks tersebut, transformasi INKA menjadi salah satu perhatian agar kebutuhan sarana perkeretaapian dalam negeri dapat semakin didukung oleh hasil produksi nasional.

Sementara itu, rencana impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang masih menjadi bagian dari pembahasan pemenuhan kebutuhan operasional KRL Jabodetabek.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026