
Pantau - Maskapai Garuda Indonesia kembali mengaktifkan rute penerbangan langsung Denpasar–Sorong mulai 25 Oktober 2026 hingga Maret 2027 untuk mengakomodasi peningkatan permintaan perjalanan udara selama musim kunjungan wisatawan ke Sorong, Papua Barat Daya.
Selain membuka kembali rute tersebut, Garuda Indonesia juga menambah frekuensi penerbangan Jakarta–Sorong setiap hari Sabtu guna memperluas pilihan transportasi udara bagi masyarakat dan wisatawan.
General Manager Garuda Indonesia Cabang Sorong, Nadia Anisa, mengatakan pengoperasian kembali rute Denpasar–Sorong dilakukan setelah layanan tersebut sempat dihentikan sejak April 2026 akibat menurunnya permintaan penumpang.
"Seasonality dari para turis itu juga sudah mulai menurun, jadi demand-nya tidak ada. Sekarang ketika sudah mulai masuk periode turis, kami aktifkan kembali," kata Nadia Anisa saat memberikan keterangan pers di Kantor Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (8/10/2026).
Menurut Nadia, operasional penerbangan Denpasar–Sorong sangat dipengaruhi oleh pola musiman kunjungan wisatawan sehingga penyesuaian layanan dilakukan berdasarkan perkembangan permintaan perjalanan udara.
Pengaktifan kembali rute tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Sorong selama periode kunjungan wisata hingga Maret 2027.
Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Denpasar–Sorong Setelah Enam Bulan Berhenti
Nadia menjelaskan bahwa penerbangan Denpasar–Sorong sebelumnya dinonaktifkan sejak April 2026 karena jumlah wisatawan yang menggunakan layanan tersebut mengalami penurunan.
Penurunan permintaan terjadi seiring dengan berakhirnya periode kunjungan wisatawan yang menjadi salah satu faktor utama tingkat keterisian penerbangan pada rute tersebut.
Ketika memasuki periode kunjungan wisata kembali, Garuda Indonesia memutuskan mengoperasikan lagi penerbangan langsung yang menghubungkan Denpasar, Bali, dengan Sorong, Papua Barat Daya.
Berdasarkan jadwal yang telah disiapkan, penerbangan dari Denpasar menuju Sorong dijadwalkan berangkat pada pukul 08.00 Wita.
Pesawat diperkirakan tiba di Sorong sekitar pukul 12.00 Wita atau pukul 13.00 WIT karena terdapat perbedaan waktu satu jam antara kedua wilayah.
Setelah tiba di Sorong, pesawat dijadwalkan kembali melayani penerbangan menuju Denpasar dengan waktu keberangkatan pukul 13.00 WIT.
Pengoperasian kembali rute tersebut direncanakan berlangsung mulai 25 Oktober 2026 hingga Maret 2027 dengan tetap mempertimbangkan perkembangan permintaan penumpang.
Nadia menjelaskan bahwa penyesuaian periode operasional dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan perjalanan masyarakat maupun wisatawan pada rute tersebut.
Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Jakarta–Sorong Setiap Sabtu
Selain mengaktifkan kembali penerbangan Denpasar–Sorong, Garuda Indonesia juga menyiapkan penambahan frekuensi penerbangan Jakarta–Sorong yang dijadwalkan berlangsung setiap hari Sabtu hingga Maret 2027.
Penambahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan layanan penerbangan menuju Sorong seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi udara selama musim kunjungan wisatawan.
Nadia menjelaskan bahwa penerbangan reguler Jakarta–Sorong tetap beroperasi dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta pada pukul 00.10 WIB.
Sementara itu, penerbangan tambahan disiapkan dengan waktu keberangkatan dari Jakarta pada pukul 08.55 WIB.
"Untuk rute Jakarta-Sorong, penerbangan reguler tetap beroperasi pada pukul 00.10 WIB, sedangkan penerbangan tambahan dijadwalkan berangkat dari Jakarta pada pukul 08.55 WIB," ujar Nadia.
Dengan adanya penambahan frekuensi pada hari Sabtu, masyarakat dan wisatawan memiliki alternatif waktu keberangkatan dari Jakarta menuju Sorong selain penerbangan reguler.
Penambahan jadwal tersebut menjadi bagian dari strategi penyesuaian layanan Garuda Indonesia untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan perjalanan udara menuju Papua Barat Daya.
Penerbangan Tambahan Diharapkan Tingkatkan Konektivitas Wisata Sorong
Pengaktifan kembali rute Denpasar–Sorong dan penambahan frekuensi Jakarta–Sorong menjadi langkah Garuda Indonesia dalam meningkatkan konektivitas transportasi udara menuju wilayah Sorong.
Kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan meningkatnya permintaan perjalanan selama periode kunjungan wisatawan yang diperkirakan berlangsung hingga Maret 2027.
Nadia berharap penyesuaian layanan tersebut dapat memberikan lebih banyak pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat yang hendak bepergian menuju maupun dari Sorong.
Selain memenuhi kebutuhan perjalanan wisatawan, peningkatan layanan penerbangan juga diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat melalui akses transportasi udara yang lebih beragam.
Garuda Indonesia akan terus memperhatikan perkembangan permintaan penumpang untuk menentukan penyesuaian operasional pada masing-masing rute.
Melalui pengoperasian kembali penerbangan Denpasar–Sorong mulai 25 Oktober 2026 serta penambahan jadwal Jakarta–Sorong setiap Sabtu, Garuda Indonesia berupaya memperkuat layanan transportasi udara dan mendukung konektivitas wilayah Sorong selama musim kunjungan wisata hingga Maret 2027.
- Penulis :
- Shila Glorya




