HOME  ⁄  Ekonomi

Mendag Budi Santoso Dorong Anak Muda Terjun ke Bisnis Waralaba Lokal, Omzet Industri Tembus Rp143 Triliun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Mendag Budi Santoso Dorong Anak Muda Terjun ke Bisnis Waralaba Lokal, Omzet Industri Tembus Rp143 Triliun
Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam acara Franchise and License Expo di PIK 2 Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat 9/10/2026 (sumber: ANTARA/Shofi Ayudiana)

Pantau - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong generasi muda untuk memanfaatkan bisnis waralaba lokal sebagai peluang usaha karena memiliki model bisnis dan sistem operasional yang sudah tersedia sehingga lebih mudah dijalankan oleh pengusaha pemula.

Hal tersebut disampaikan Budi dalam acara Franchise and License Expo yang berlangsung di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat.

Menurut Budi, bisnis waralaba dapat menjadi solusi bagi anak muda yang ingin memulai usaha, tetapi masih kesulitan menentukan jenis bisnis yang sesuai.

“Bagi anak-anak muda yang ingin berbisnis, tapi bingung mau bisnis apa, ya itu model bisnis waralaba. Ikut menjadi waralaba karena template-nya semuanya sudah ada dan kita tinggal menjalankan,” kata Budi.

Melalui sistem waralaba, pelaku usaha dapat menjalankan bisnis dengan mengikuti konsep, standar operasional, dan sistem manajemen yang telah dikembangkan oleh pemilik merek.

Waralaba Lokal Berpotensi Berkembang, Omzet Industri Capai Rp143 Triliun

Budi menilai Indonesia memiliki banyak produk waralaba lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi jaringan usaha berskala nasional hingga internasional.

Berbagai produk tersebut berasal dari sejumlah sektor usaha, terutama kuliner, mulai dari bisnis bakso hingga beragam makanan lainnya yang memiliki peluang pasar luas.

Meski demikian, Budi mengakui bahwa sebagian produk waralaba lokal belum dikenal secara luas oleh masyarakat karena kapasitas produksi dan pengembangan usahanya masih terbatas dibandingkan dengan merek waralaba asing.

Karena itu, pengembangan sistem waralaba dinilai penting untuk membantu pelaku usaha lokal memperluas jaringan bisnis melalui pembukaan cabang di berbagai daerah.

Budi juga menekankan bahwa pengembangan jaringan usaha harus didukung sistem manajemen yang baik agar bisnis mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, jumlah pemberi waralaba dalam negeri yang telah memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) mencapai 169 entitas.

Sementara itu, industri waralaba nasional mencatatkan omzet lebih dari Rp143 triliun sepanjang 2024.

Selain memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional, sektor waralaba juga mampu menyerap sekitar 98 ribu tenaga kerja pada tahun yang sama.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi industri waralaba sekaligus peluang pengembangan usaha bagi masyarakat, termasuk generasi muda.

Kemendag Dorong Waralaba Lokal Tembus Pasar Internasional

Selain memperkuat pasar domestik, Budi mendorong pelaku usaha waralaba lokal untuk mulai memperluas jaringan bisnis hingga ke pasar internasional.

Menurutnya, produk dan merek lokal memiliki peluang untuk menjangkau konsumen luar negeri melalui pengembangan jaringan usaha serta pemanfaatan fasilitas perdagangan yang disediakan pemerintah.

Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Perdagangan memiliki 46 kantor perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara.

Jaringan kantor perwakilan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia untuk mempromosikan produk, menjajaki peluang pasar, dan mendukung pengembangan bisnis di luar negeri.

Pemerintah juga menyediakan program business matching atau penjajakan kerja sama bisnis untuk mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Melalui program tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas akses terhadap mitra dagang internasional sekaligus meningkatkan peluang ekspor produk Indonesia.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Perdagangan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha nasional dan mendorong produk lokal memasuki pasar global.

Program Campuspreneur Disiapkan untuk Cetak Wirausaha Muda dan Eksportir Baru

Selain mendukung pengembangan waralaba dan perluasan pasar ekspor, Kementerian Perdagangan turut mendorong lahirnya pengusaha muda melalui program campuspreneur.

Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan minat dan kemampuan mahasiswa dalam membangun usaha.

Melalui campuspreneur, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

Program ini juga diarahkan untuk melahirkan eksportir baru yang dapat memasarkan produk Indonesia ke berbagai negara.

Dengan dukungan pengembangan waralaba lokal, jaringan perwakilan perdagangan di luar negeri, serta program kewirausahaan mahasiswa, Kementerian Perdagangan berupaya memperkuat ekosistem bisnis nasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk memulai usaha, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026