
Pantau - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dengan kode saham PGAS berhasil meraih penghargaan Best Energy Sector-IDX Main Board dalam ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026 berkat kinerja keuangan, reputasi perusahaan, serta kontribusinya kepada pemegang saham.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja PGN sebagai perusahaan tercatat atau emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya pada sektor energi di Papan Utama.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja bisnis, menerapkan disiplin keuangan, dan memperkuat tata kelola perusahaan.
PGN berhasil memperoleh skor maksimal 5 pada empat indikator penilaian, yakni kepemilikan saham publik, minat investor, kontribusi dividen, dan reputasi perusahaan.
Capaian tersebut turut didukung kinerja keuangan PGN sepanjang 2025 yang mencatatkan pendapatan sebesar 3,9 miliar dolar AS atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
PGN Raih Skor Maksimal pada Empat Indikator Penilaian
Ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026 memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia berdasarkan sejumlah indikator kinerja dan penilaian pasar modal.
Indikator tersebut mencakup kinerja keuangan, reputasi emiten, tingkat minat investor, kontribusi dividen kepada pemegang saham, serta public shares atau kepemilikan saham oleh publik.
Dalam proses penilaian, PGN memperoleh skor maksimal 5 untuk indikator kepemilikan saham publik, minat investor, kontribusi dividen, dan reputasi perusahaan.
Perolehan nilai tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan PGN meraih penghargaan sebagai emiten sektor energi terbaik di Papan Utama BEI.
Fajriyah menjelaskan bahwa proses penilaian juga mempertimbangkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia.
Perusahaan yang dinilai harus tercatat di BEI, baik pada Papan Utama maupun Papan Pengembangan, serta telah menerbitkan laporan keuangan tahun buku 2025.
Selain itu, emiten diwajibkan memenuhi ketentuan jumlah saham free float atau saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik serta persyaratan jumlah pemegang saham berdasarkan data BEI.
Perusahaan yang masuk dalam penilaian juga tidak boleh termasuk dalam daftar Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).
Fajriyah menilai penghargaan tersebut sejalan dengan pencapaian kinerja perusahaan yang didukung penguatan kegiatan operasional dan penerapan disiplin keuangan.
"Penghargaan tersebut sejalan dengan kinerja PGN sepanjang 2025 yang ditopang oleh penguatan operasional dan penerapan disiplin keuangan," kata Fajriyah.
Pendapatan PGN Capai 3,9 Miliar Dolar AS, Laba Bersih 215,4 Juta Dolar AS
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, PGN membukukan pendapatan sebesar 3,9 miliar dolar AS sepanjang 2025 atau tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga membukukan laba operasi sebesar 519,6 juta dolar AS selama tahun buku 2025.
Sementara itu, laba bersih PGN tercatat mencapai 215,4 juta dolar AS pada periode yang sama.
Kinerja tersebut menjadi bagian dari dasar penilaian terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kegiatan bisnis dan memberikan kontribusi kepada pemegang saham.
Penguatan operasional dan pengelolaan keuangan menjadi fokus PGN dalam menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika industri energi global.
Perusahaan juga terus berupaya mempertahankan efisiensi dan kualitas arus kas untuk mendukung kebutuhan operasional serta pengembangan usaha jangka panjang.
PGN Bagikan Dividen Rp3,04 Triliun dengan Rasio Pembayaran 80 Persen
Selain mencatatkan kinerja keuangan positif, PGN menetapkan pembagian dividen untuk tahun buku 2025 sebesar 172,29 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp3,04 triliun.
Nilai tersebut dihitung menggunakan kurs Bank Indonesia sebesar Rp17.673 per dolar AS.
Pembagian dividen itu setara dengan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 80 persen.
Rasio tersebut dihitung berdasarkan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk untuk tahun buku 2025 sebesar 215,36 juta dolar AS.
Melalui kebijakan tersebut, PGN berupaya menjaga keseimbangan antara pemberian keuntungan kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Kebijakan pembagian dividen juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempertahankan disiplin keuangan, kualitas arus kas, serta kekuatan fundamental bisnis.
Fajriyah menegaskan bahwa penghargaan yang diterima PGN menjadi bentuk pengakuan terhadap upaya perusahaan dalam menciptakan nilai secara berkelanjutan bagi pemegang saham.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya PGN dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham. PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan mempertahankan disiplin keuangan dan memperkuat fundamental bisnis," ujar Fajriyah.
PGN Perkuat Bisnis Gas Bumi dan Infrastruktur Energi Nasional
Ke depan, PGN memandang fundamental bisnis gas bumi di pasar domestik masih memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang positif.
Pandangan tersebut didasarkan pada meningkatnya kebutuhan energi nasional serta posisi strategis gas bumi sebagai salah satu sumber energi transisi menuju pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
PGN menilai gas bumi masih memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi berbagai sektor selama proses transisi energi nasional berlangsung.
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, perusahaan terus memperkuat keandalan operasional melalui pengelolaan portofolio bisnis gas bumi secara terintegrasi.
Pengelolaan tersebut dilakukan melalui infrastruktur jaringan pipa maupun moda distribusi nonpipa, termasuk Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair dan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi.
Pemanfaatan berbagai moda penyaluran gas bumi menjadi bagian dari strategi PGN dalam menyediakan solusi energi bagi pelanggan dengan kebutuhan yang beragam.
Selain memperkuat portofolio bisnis, PGN terus melakukan optimalisasi infrastruktur guna meningkatkan keandalan dan efektivitas kegiatan operasional perusahaan.
Perseroan juga berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan keuangan agar kegiatan bisnis tetap berkelanjutan serta mampu menghadapi perubahan kondisi industri energi.
Seluruh strategi tersebut dijalankan PGN dalam kapasitasnya sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), yang memiliki peran dalam pengembangan dan penguatan bisnis gas bumi nasional.
Melalui penguatan operasional, pengelolaan keuangan yang hati-hati, serta optimalisasi infrastruktur, PGN berupaya mempertahankan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Penghargaan Best Energy Sector-IDX Main Board dalam EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kinerja PGN dalam menjaga fundamental bisnis, memberikan kontribusi kepada pemegang saham, dan memperkuat perannya dalam penyediaan energi nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa




