
Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya berhasil melampaui target pengadaan gabah dan beras dengan realisasi mencapai 114,39 persen atau setara 72.872 ton beras dari target yang ditetapkan sebesar 63.707 ton.
Capaian tersebut diperoleh setelah Bulog Surabaya menyerap sebanyak 142.467 ton Gabah Kering Panen (GKP), sehingga realisasi pengadaan melampaui target sebesar 9.165 ton setara beras.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran perusahaan bersama petani, mitra penggilingan, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Dengan capaian tersebut, realisasi pengadaan mencapai 114,39 persen dari target, atau melampaui target sebesar 9.165 ton setara beras,” ujar Nur Fuad dalam keterangannya di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat.
Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan optimalisasi penyerapan hasil panen petani di wilayah kerja Bulog Kantor Cabang Surabaya.
Bulog Surabaya Serap 142.467 Ton Gabah Kering Panen
Nur Fuad menjelaskan bahwa keberhasilan melampaui target pengadaan tidak terlepas dari dedikasi dan sinergi seluruh jajaran Bulog, khususnya tim pengadaan yang bekerja langsung di lapangan.
Tim pengadaan memiliki peran penting dalam memastikan penyerapan gabah dan beras dari petani dapat berlangsung secara optimal sesuai target yang ditetapkan.
Selain dukungan internal perusahaan, keberhasilan tersebut juga didorong oleh kerja sama dengan para petani, mitra penggilingan padi, serta pemangku kepentingan di sektor pertanian.
“Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan para petani, mitra penggilingan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bersama-sama mendukung optimalisasi penyerapan hasil panen,” ungkap Nur Fuad.
Ia menegaskan bahwa capaian pengadaan sebesar 114,39 persen bukan sekadar keberhasilan memenuhi indikator kinerja perusahaan.
Menurutnya, pencapaian tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Bulog dalam menjalankan tugas penyerapan hasil panen petani untuk mendukung pengelolaan pangan nasional.
Pengadaan gabah dan beras yang dilakukan Bulog menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Bulog Perkuat Kerja Sama dengan Petani dan Mitra Penggilingan
Untuk mempertahankan capaian pengadaan, Bulog Surabaya berkomitmen memperkuat koordinasi dengan petani, mitra penggilingan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok pangan.
Penguatan kerja sama tersebut diarahkan agar kegiatan penyerapan gabah dan beras dapat terus berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan petani, mitra penggilingan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pengadaan gabah dan beras secara berkelanjutan,” kata Nur Fuad.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Bulog Surabaya berupaya menjaga kelancaran pengadaan sekaligus mendukung penyerapan hasil produksi petani di wilayah kerjanya.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Bulog Surabaya dalam mendukung program pengadaan pangan yang dijalankan Perum Bulog secara nasional.
Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,11 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah Bulog
Sementara itu, Perum Bulog secara nasional mencatatkan rekor baru pengadaan beras dengan realisasi mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026.
Jumlah tersebut setara dengan 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton beras, sekaligus menjadi capaian pengadaan tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Perum Bulog.
Realisasi pengadaan beras pada 2026 melampaui pencapaian tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,19 juta ton setara beras.
Selain itu, capaian tahun ini juga berhasil melewati rekor pengadaan beras nasional pada 2012 yang mencapai 3,65 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut keberhasilan tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah pengadaan beras nasional.
“Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog berdiri, melampaui realisasi tahun 2025 sebesar 3,19 juta ton dan rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton,” ujar Ahmad Rizal.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.
Rekor pengadaan ini juga menunjukkan kontribusi penyerapan gabah dan beras dari berbagai wilayah dalam mendukung pencapaian target pemerintah.
Direktur Utama Bulog Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Petani
Ahmad Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Perum Bulog yang telah bekerja mendukung kegiatan pengadaan gabah dan beras hingga berhasil melampaui target nasional.
Ia juga mengapresiasi dukungan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, serta mitra kerja yang terlibat dalam pelaksanaan pengadaan pangan.
Secara khusus, Ahmad Rizal menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Presiden kepada Perum Bulog dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di sektor pangan.
“Terima kasih juga atas kepercayaan Bapak Presiden kepada Bulog, serta dukungan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini,” ungkap Ahmad Rizal.
Dukungan lintas sektor tersebut dinilai berperan penting dalam memperkuat pelaksanaan pengadaan beras sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan nasional.
Keberhasilan Bulog Surabaya merealisasikan pengadaan sebesar 114,39 persen dari target, bersamaan dengan rekor nasional lebih dari 4,11 juta ton setara beras, menjadi bagian dari upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.
Perum Bulog berkomitmen melanjutkan optimalisasi penyerapan hasil panen petani guna menjaga ketersediaan beras dan mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Arian Mesa




