HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri PPN Rachmat Pambudy Gandeng Airbus dan ITB untuk Perkuat SDM, Teknologi, dan Industri Dirgantara Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri PPN Rachmat Pambudy Gandeng Airbus dan ITB untuk Perkuat SDM, Teknologi, dan Industri Dirgantara Nasional
Foto: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy dan Executive Vice President International Airbus Wouter van Wersch dalam agenda penandatanganan Nota Kesepahaman antara Airbus dengan Airnav Indonesia dan ITB di Jakarta, Selasa 29/9/2026 (sumber: Bappenas)

Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat ekosistem dirgantara Indonesia melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, serta kerja sama strategis dengan perusahaan dirgantara global Airbus.

Penguatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Bappenas, Airbus, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mencakup pengembangan kompetensi tenaga kerja, pendidikan, pelatihan teknis, penelitian bersama, hingga penjajakan pembentukan pusat penelitian dirgantara.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Bersama (Joint Declaration) yang telah disepakati Bappenas dan Airbus sebagai landasan pengembangan ekosistem dirgantara nasional.

Rachmat menegaskan bahwa kemitraan dengan Airbus harus memberikan manfaat lebih luas bagi Indonesia, terutama dalam meningkatkan kemampuan teknologi, ketahanan industri, dan kualitas tenaga kerja nasional.

“Kemitraan kita dengan Airbus harus melangkah lebih jauh dari kepentingan komersial dan berkontribusi pada kemampuan teknologi, ketahanan industri, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, kerja sama dengan ITB (Institusi Teknologi Bandung) harus mendukung pendidikan pascasarjana, pelatihan teknis yang intensif, dan penelitian bersama sehingga kita dapat memperkuat penguasaan teknologi Indonesia sekaligus membangun ekosistem dirgantara nasional yang lebih kuat,” ucap Rachmat dalam agenda penandatanganan Nota Kesepahaman antara Airbus dengan AirNav Indonesia dan ITB, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Kerja Sama Airbus dan ITB Didorong Perkuat Industri Pesawat Nasional

Pemerintah berharap kolaborasi Airbus dan ITB tidak hanya menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga mendukung berbagai program strategis pengembangan industri dirgantara Indonesia.

Salah satu sasaran kerja sama tersebut adalah peningkatan kemampuan PT Dirgantara Indonesia sebagai perusahaan nasional yang bergerak dalam pengembangan dan produksi pesawat terbang.

Kolaborasi ini juga diharapkan mendukung proses sertifikasi pesawat NC212, pengembangan pesawat N219, serta peningkatan kemampuan terkait pesawat A400M.

Selain pengembangan pesawat, pemerintah mendorong penguatan ekosistem pemeliharaan, perbaikan, dan perombakan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk meningkatkan kapasitas industri penerbangan nasional.

Pengembangan kawasan Kertajati sebagai bagian dari ekosistem dirgantara Indonesia juga menjadi salah satu agenda yang diharapkan memperoleh manfaat dari kemitraan tersebut.

Rachmat menekankan bahwa seluruh kesepakatan harus diterjemahkan menjadi program nyata yang memiliki rencana kerja terstruktur, target terukur, institusi penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, dan perhitungan kebutuhan sumber daya.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan perusahaan pemasok lokal agar industri dalam negeri memperoleh peluang lebih besar dalam rantai produksi dan pengembangan teknologi dirgantara.

Transfer teknologi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi perhatian utama agar Indonesia mampu memperkuat kapasitas industrinya secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini bukan hanya antara Indonesia dan Airbus, tetapi harus memperkuat keseluruhan ekosistem dirgantara Indonesia. Kita membutuhkan keterlibatan pemasok lokal, transfer teknologi, peningkatan kemampuan tenaga kerja, serta partisipasi Indonesia yang semakin besar dalam rantai pasok dirgantara global. Komitmen tersebut harus kita terjemahkan menjadi implementasi nyata yang sejalan dengan rencana pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” kata Rachmat.

Airbus Berkomitmen Kembangkan Talenta Lokal dan Kemitraan Jangka Panjang

Wakil Presiden Eksekutif Internasional Airbus (Executive Vice President International), Wouter van Wersch, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan talenta lokal Indonesia sebagai fondasi pertumbuhan industri dirgantara dalam jangka panjang.

Menurut Wouter, Indonesia memiliki kemampuan dan sumber daya manusia yang berpotensi mendukung pengembangan industri dirgantara melalui penguatan sektor industri, peningkatan kompetensi tenaga ahli, serta pengembangan pesawat.

Airbus juga menegaskan bahwa hubungan dengan Indonesia tidak hanya berorientasi pada penyediaan pesawat, tetapi mencakup pembangunan kemitraan strategis yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami percaya Indonesia memiliki kemampuan dan talenta untuk melakukan hal tersebut. Dengan menggabungkan pengembangan industri, pembangunan talenta, dan pengembangan pesawat, kami tidak hanya menyediakan pesawat, tetapi juga membangun kemitraan strategis untuk jangka panjang,” ungkap Wouter.

Kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan penguasaan teknologi sekaligus memperluas keterlibatan tenaga ahli Indonesia dalam kegiatan industri dirgantara internasional.

Bappenas Bentuk Kelompok Kerja untuk Kawal Pengembangan Dirgantara hingga 2045

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, menjelaskan bahwa kerja sama pengembangan ekosistem dirgantara telah ditindaklanjuti hingga Juli 2026 melalui pembentukan dan pelaksanaan kelompok kerja lintas sektor.

Kelompok kerja tersebut bertugas menyelaraskan berbagai agenda kolaborasi dengan kebutuhan industri, ketersediaan sumber daya, serta arah pengembangan sektor dirgantara nasional.

Vivi menyampaikan bahwa pelaksanaan program juga disesuaikan dengan peta jalan pengembangan ekosistem dirgantara nasional agar seluruh kegiatan memiliki arah yang terintegrasi.

Penyelarasan tersebut diperlukan agar pengembangan SDM, penelitian teknologi, penguatan industri pesawat, dan keterlibatan perusahaan lokal dapat berjalan secara berkesinambungan.

Melalui kerja sama Bappenas, Airbus, ITB, dan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah menargetkan peningkatan kemampuan teknologi, penguatan daya saing industri nasional, serta perluasan partisipasi Indonesia dalam rantai pasok dirgantara global.

Penguatan ekosistem dirgantara tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional untuk meningkatkan kemandirian industri dan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026