HOME  ⁄  Ekonomi

KemenUMKM Dorong Kopi Jayawijaya Jadi Produk Unggulan yang Mampu Tembus Pasar Internasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KemenUMKM Dorong Kopi Jayawijaya Jadi Produk Unggulan yang Mampu Tembus Pasar Internasional
Foto: Asisten Deputi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Adi Trinojuwono diwawancarai ANTARA di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan (sumber: ANTARA/Yudhi Efendi)

Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) RI mendorong pengembangan biji kopi asal Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, menjadi produk unggulan daerah bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

KemenUMKM menekankan pentingnya pengolahan biji kopi secara teliti, higienis, dan memenuhi standar kualitas agar produk kopi Jayawijaya memiliki daya saing serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat.

Asisten Deputi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Adi Trinojuwono, menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu.

Menurut Adi, biji kopi yang dihasilkan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, memiliki potensi ekonomi yang dapat terus ditingkatkan melalui proses pengolahan yang baik dan pengembangan produk turunannya.

Potensi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar komoditas kopi tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

KemenUMKM Ajak Masyarakat Jayawijaya Perluas Penanaman Kopi

Adi mengajak masyarakat Kabupaten Jayawijaya dan Papua Pegunungan secara umum untuk terus meningkatkan penanaman bibit kopi guna memperkuat produksi sekaligus mengembangkan potensi komoditas unggulan daerah.

Menurutnya, peningkatan produksi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengolah biji kopi menjadi produk berkualitas yang memiliki peluang pemasaran lebih luas.

"Untuk itu kami mengajak masyarakat di daerah ini, lebih umum Papua Pegunungan untuk terus menanam bibit kopi supaya dapat menghasilkan produk-produk unggulan dari bahan dasar kopi yang dapat dijual di pasar nasional maupun internasional, dengan proses pengolahan yang baik," katanya.

Adi menjelaskan bahwa pengembangan komoditas kopi dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghasilkan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

KemenUMKM berharap masyarakat tidak hanya berfokus pada kegiatan penanaman dan produksi biji kopi, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pengolahan serta pemasaran produk berbahan dasar kopi.

Dengan pengembangan tersebut, kopi Jayawijaya diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Papua Pegunungan yang memiliki peluang menembus pasar nasional hingga internasional.

Produk Kopi Jayawijaya Harus Penuhi Standar Kebersihan dan Kualitas

Adi menegaskan bahwa produk UMKM yang akan dipasarkan harus memenuhi sejumlah persyaratan, terutama berkaitan dengan proses pengolahan, kebersihan, kualitas, dan pengemasan.

Menurutnya, ketersediaan bahan baku yang melimpah tidak cukup untuk menjadikan suatu produk mampu bersaing apabila tidak didukung proses produksi yang memenuhi standar.

"Produk UMKM itu harus diolah secara baik dengan standar kebersihan, kualitas sehingga dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Jadi, produk UMKM itu bukan asal-asalan dijual, tetapi dikemas secara baik sehingga dapat diterima oleh masyarakat," ujarnya.

Adi menjelaskan bahwa pengemasan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pelaku UMKM karena berkaitan dengan penerimaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

Selain pengemasan, penerapan standar kebersihan dan penjagaan kualitas selama proses pengolahan juga diperlukan untuk menghasilkan produk kopi yang layak dipasarkan.

KemenUMKM menilai peningkatan kualitas pengolahan dan pengemasan dapat memperkuat daya saing produk kopi Jayawijaya sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Oleh karena itu, masyarakat dan pelaku UMKM didorong untuk memperhatikan seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menghasilkan produk siap jual.

Pengembangan Kopi Diharapkan Jaga Lingkungan dan Tingkatkan Pendapatan

Adi menjelaskan bahwa pengembangan tanaman kopi di Kabupaten Jayawijaya perlu memperhatikan dua aspek utama, yakni kelestarian lingkungan dan peningkatan nilai ekonomi komoditas tersebut.

Dari aspek lingkungan, kegiatan penanaman dan pengembangan kopi diharapkan tetap memperhatikan kondisi alam agar aktivitas produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara dari aspek ekonomi, tanaman kopi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang mampu menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat asli Kabupaten Jayawijaya.

"Kami berharap kopi di Kabupaten Jayawijaya ke depan dapat terus dikembangkan sehingga menjadi pendapatan bagi masyarakat asli di sini," katanya.

Menurut Adi, manfaat ekonomi dari pengembangan kopi diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kegiatan penanaman, pengolahan, hingga pemasaran produk.

Ia juga menyebut kopi sebagai minuman kesehatan yang memiliki nilai jual tersendiri, terutama karena banyak konsumen menjadikannya sebagai minuman sehari-hari.

Kebiasaan masyarakat mengonsumsi kopi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan berbagai produk olahan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat pasar.

KemenUMKM pun mendorong masyarakat Jayawijaya agar terus berinovasi dalam mengolah kopi sehingga komoditas tersebut mampu memberikan nilai tambah dibandingkan hanya menjual biji kopi sebagai bahan baku.

KemenUMKM Targetkan Kopi Jayawijaya Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Adi menegaskan bahwa pengembangan produk olahan kopi tidak hanya bertujuan memperluas akses pasar, tetapi juga diharapkan menjadi sumber pendapatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Kami berharap masyarakat di sini dapat terus mengembangkan olahan produk kopi supaya menjadi pendapatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

KemenUMKM berharap peningkatan penanaman, penerapan standar pengolahan, dan pengembangan pemasaran dapat memperkuat posisi kopi Jayawijaya sebagai salah satu produk unggulan Papua Pegunungan.

Pengembangan komoditas tersebut juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat asli melalui terbukanya peluang usaha berbasis kopi, baik pada sektor produksi maupun pengolahan.

Dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kualitas produk, kopi Jayawijaya diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus menjadi salah satu sumber peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026