HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Tanjungpinang Salurkan 49 Ton Jagung Murah ke Peternak Ayam, Harga Dipatok Rp5.000 per Kilogram

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bulog Tanjungpinang Salurkan 49 Ton Jagung Murah ke Peternak Ayam, Harga Dipatok Rp5.000 per Kilogram
Foto: Perum BULOG Kantor Cabang Tanjungpinang, Kepri, menyalurkan jagung SPHP kepada peternak ayam, Sabtu 10/10/2026 (sumber: ANTARA/Ogen)

Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyalurkan sebanyak 49 ton jagung kepada peternak ayam melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan ternak sekaligus menstabilkan harga jagung di daerah.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan jagung tersebut disalurkan kepada peternak dengan harga Rp5.000 per kilogram sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk menyediakan bahan baku pakan yang terjangkau.

Penyaluran jagung melalui Program SPHP diharapkan dapat membantu peternak ayam mengurangi biaya pengadaan pakan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan di wilayah kerja Bulog Tanjungpinang.

"Bulog menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram, sehingga dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan sekaligus mendukung stabilitas pangan di daerah," kata Arief di Tanjungpinang, Sabtu (10/10/2026).

Bulog Salurkan 49 Ton Jagung untuk Menjaga Harga Pakan Ternak

Arief menjelaskan Program SPHP Jagung merupakan salah satu langkah pemerintah melalui Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan ternak dengan harga yang terjangkau.

Program tersebut secara khusus ditujukan kepada peternak ayam agar mereka dapat memperoleh pasokan jagung sesuai kebutuhan usaha peternakan.

Menurut Arief, penyaluran jagung SPHP terus dilakukan melalui mekanisme distribusi yang telah disiapkan Bulog dengan mempertimbangkan kebutuhan peternak di masing-masing wilayah.

Bulog Tanjungpinang juga berupaya memastikan proses distribusi berjalan lancar agar kebutuhan bahan baku pakan ternak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Selain menjaga pasokan jagung bagi peternak, program tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog mendukung stabilitas harga pangan di Kepulauan Riau.

Bulog juga terus mengoptimalkan penyaluran jagung SPHP agar manfaat program dapat dirasakan peternak yang membutuhkan pasokan bahan baku pakan dengan harga terjangkau.

Stok Jagung Pemerintah Secara Nasional Capai 98.442 Ton

Arief mengungkapkan bahwa ketersediaan stok jagung pemerintah yang dikelola Perum Bulog secara nasional masih berada dalam kondisi mencukupi untuk mendukung pelaksanaan Program SPHP Jagung.

Berdasarkan data posisi 7 Oktober 2026, jumlah stok jagung pemerintah yang dikelola Bulog secara nasional mencapai 98.442 ton.

Ketersediaan cadangan jagung tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi jagung SPHP kepada peternak di berbagai daerah, termasuk Kepulauan Riau.

Di samping menjalankan program penyaluran jagung kepada peternak, Bulog juga terus memperkuat penyerapan jagung hasil produksi petani dalam negeri.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung keberlangsungan usaha petani jagung sekaligus memperkuat cadangan jagung pemerintah yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan distribusi berikutnya.

"Di sisi lain, penyerapan jagung produksi dalam negeri terus kami dorong sebagai bentuk dukungan terhadap petani jagung dan penguatan cadangan jagung pemerintah," ujar Arief.

Bulog menjalankan kegiatan penyerapan jagung dari petani dan penyaluran jagung kepada peternak secara bersamaan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan di sektor pertanian serta peternakan.

Melalui mekanisme tersebut, petani diharapkan tetap mendapatkan dukungan terhadap hasil produksinya, sementara peternak memperoleh akses bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau.

Bulog Gandeng TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah Percepat Distribusi Jagung

Untuk memastikan kelancaran penyaluran jagung SPHP, Bulog Cabang Tanjungpinang terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Koordinasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), petani, peternak, serta mitra pengadaan jagung.

Kerja sama lintas sektor dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi sekaligus memastikan pasokan jagung dapat menjangkau peternak sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Bulog juga memperkuat pengelolaan cadangan jagung pemerintah agar penyaluran melalui Program SPHP dapat terus berjalan dan mendukung stabilitas pasokan bahan baku pakan ternak.

Penguatan penyerapan hasil panen petani menjadi bagian dari strategi menjaga ketersediaan stok jagung pemerintah untuk memenuhi kebutuhan peternak pada periode berikutnya.

Arief menegaskan bahwa sinergi antara penyerapan produksi dalam negeri, pengelolaan stok pemerintah, dan percepatan distribusi jagung SPHP menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan pasokan jagung dari sektor pertanian hingga peternakan.

"Melalui sinergi antara penyerapan jagung produksi dalam negeri, pengelolaan stok pemerintah, dan percepatan penyaluran SPHP jagung, Bulog terus berkontribusi menjaga keseimbangan ekosistem jagung dari hulu hingga hilir serta mendukung keberlanjutan sektor peternakan," demikian Arief.

Melalui penyaluran 49 ton jagung SPHP di wilayah Tanjungpinang, Bulog berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternakan ayam melalui penyediaan bahan baku pakan dengan harga terjangkau.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026