HOME  ⁄  Ekonomi

Bappenas Minta ADB Perkuat Dukungan Pendidikan dan SDM, Siapkan Kerja Sama Semikonduktor hingga Infrastruktur Digital

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bappenas Minta ADB Perkuat Dukungan Pendidikan dan SDM, Siapkan Kerja Sama Semikonduktor hingga Infrastruktur Digital
Foto: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy saat berjumpa Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Scott Morris di Jakarta, Rabu 30/9/2026 (sumber: ANTARA/Bappenas)

Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, meminta Asian Development Bank (ADB) memperkuat dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur sosial, dan infrastruktur digital di Indonesia untuk mendukung transformasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Permintaan tersebut disampaikan Rachmat dalam pertemuan dengan Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik, Scott Morris, sebagaimana tertuang dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Rachmat menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak seharusnya hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, seperti jalan, jembatan, bendungan, bandara, dan pelabuhan.

Menurutnya, pembangunan manusia dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga merupakan bagian penting dari infrastruktur yang menentukan kemajuan suatu negara.

“Kalau kita berbicara mengenai infrastruktur, selama ini kita berbicara tentang infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, bendungan, bandara, dan pelabuhan. Namun, ada infrastruktur lain yang sama pentingnya, yaitu sumber daya manusia dan modal manusia,” ucap Rachmat.

Ia menilai Indonesia membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih luas dengan menempatkan peningkatan kualitas manusia, penguatan infrastruktur sosial, dan transformasi digital sebagai prioritas.

Bappenas Dorong ADB Perluas Dukungan Infrastruktur Sosial dan Digital

Rachmat menjelaskan kebutuhan pembangunan Indonesia saat ini tidak lagi terbatas pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pengembangan infrastruktur digital dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan pembangunan menuntut Indonesia memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

Pembangunan jalan, jembatan, dan pelabuhan tetap diperlukan untuk mendukung kegiatan ekonomi, tetapi harus diimbangi dengan investasi dalam pengembangan manusia.

“Sekarang kita juga berbicara tentang infrastruktur digital. Tentu kita tetap membutuhkan pelabuhan, jalan, dan jembatan, tetapi kita juga harus mulai membangun infrastruktur sosial dan sumber daya manusia dengan lebih kuat. Dukungan inilah yang juga kami perlukan dari ADB,” ungkap Rachmat.

Kepala Bappenas tersebut menilai penguatan kapasitas SDM menjadi semakin penting karena Indonesia menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim, ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi, serta transformasi teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Menurut Rachmat, kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pembangunan yang mampu mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat dalam jangka menengah maupun panjang.

Oleh karena itu, Indonesia dan ADB dinilai perlu memperkuat kerja sama dalam mengembangkan model pembangunan yang mampu menjawab tantangan lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Rachmat Pambudy Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia

Rachmat menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan dunia.

Menurutnya, Indonesia tidak hanya membutuhkan perluasan akses pendidikan, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan agar masyarakat memiliki kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Ia menilai Indonesia perlu mengembangkan model pembangunan baru yang dapat menyesuaikan diri dengan dinamika global, termasuk melalui pertukaran pengalaman dengan berbagai negara.

Pengalaman pembangunan negara lain dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia, sementara pengalaman Indonesia juga dapat memberikan manfaat bagi negara lain.

“Kita membutuhkan model pembangunan baru untuk menghadapi kondisi dunia yang terus berubah. Kita perlu belajar dari pengalaman negara lain, tetapi negara lain juga dapat belajar dari Indonesia. Segala sesuatu membutuhkan pendidikan. Bukan sekadar pendidikan biasa, melainkan pendidikan yang baik, bahkan yang terbaik. Karena itu, pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur sosial harus menjadi bagian penting dari pembangunan masa depan,” ujar Rachmat Pambudy.

Penguatan pendidikan dan keterampilan tenaga kerja dinilai menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi transformasi teknologi serta perubahan kebutuhan pembangunan.

Pemerintah juga mengharapkan dukungan ADB dapat membantu memperkuat kualitas pendidikan, kesehatan, dan pengembangan keterampilan masyarakat.

ADB Siap Dukung Pendidikan, Kesehatan, dan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia

Wakil Presiden ADB untuk Asia Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik, Scott Morris, menyambut pandangan Menteri PPN/Kepala Bappenas mengenai pentingnya memperluas arah kerja sama pembangunan.

Scott menyatakan kesiapan ADB untuk meningkatkan dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pelatihan tenaga kerja.

Menurutnya, sejak pandemi, ADB melihat adanya peningkatan permintaan dukungan pembangunan pada sektor-sektor sosial.

Kondisi tersebut mendorong ADB memperluas kegiatan yang berkaitan dengan penguatan layanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai bentuk pelatihan tenaga kerja.

ADB juga menilai perkembangan agenda digital membutuhkan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar masyarakat mampu mengikuti perubahan teknologi.

“Sejak pandemi, kami melihat permintaan yang semakin meningkat dan kami terus memperluas kegiatan di sektor sosial, kesehatan, pendidikan, serta berbagai bentuk pelatihan tenaga kerja. Kami juga melihat bahwa agenda digital membutuhkan tingkat pengembangan keterampilan yang lebih tinggi, termasuk di Indonesia, dan kami dapat memberikan dukungan untuk itu,” kata Scott Morris.

Dukungan terhadap peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu perhatian ADB dalam membantu Indonesia menghadapi kebutuhan sumber daya manusia pada era transformasi digital.

Penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia sekaligus mendukung pelaksanaan agenda pembangunan nasional.

ADB Dukung Pengembangan Industri Semikonduktor dan Mineral Kritis

Selain pembangunan sumber daya manusia, ADB juga menyampaikan komitmen untuk mendukung sejumlah agenda pembangunan strategis Indonesia.

Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pengembangan industri semikonduktor sebagai bagian dari agenda pembangunan strategis nasional.

ADB juga menyatakan kesiapan mendukung pengembangan sektor mineral kritis yang menjadi salah satu bidang penting dalam arah pembangunan Indonesia.

Selain sektor industri dan mineral kritis, penguatan ketahanan energi dan ketahanan air turut masuk dalam agenda kerja sama yang dibahas kedua pihak.

Dukungan ADB juga mencakup penguatan penyiapan proyek pembangunan atau project preparation untuk mendukung pelaksanaan berbagai agenda strategis Indonesia.

Penguatan penyiapan proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari kerja sama yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapan pelaksanaan pembangunan nasional.

Di bidang kelembagaan, ADB turut menyampaikan komitmen untuk mendukung pengembangan Bappenas Institute melalui kerja sama dengan ADB Institute.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia dalam mendukung perencanaan pembangunan Indonesia.

Secara keseluruhan, pertemuan Rachmat Pambudy dan Scott Morris membahas perluasan kerja sama Indonesia dan ADB yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas manusia, infrastruktur sosial, dan transformasi digital.

Pemerintah Indonesia mengharapkan penguatan dukungan ADB dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, keterampilan tenaga kerja, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi tantangan global.

Sementara itu, kesiapan ADB mendukung pengembangan industri semikonduktor, mineral kritis, ketahanan energi dan air, penyiapan proyek, serta Bappenas Institute menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan pembangunan kedua pihak.

Penguatan kerja sama Indonesia dan ADB tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi pembangunan nasional dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang sekaligus menunjang pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026