HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri Transmigrasi Siap Jalankan Empat Rekomendasi Kampus Jerman untuk Kembangkan Rempang Eco-City

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menteri Transmigrasi Siap Jalankan Empat Rekomendasi Kampus Jerman untuk Kembangkan Rempang Eco-City
Foto: Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan didampingi peneliti Technical University of Munich (TUM) Walter Timo de Vries (kanan) dan sejumlah mahasiswa TUM seusai Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (10/10/2026).

Pantau - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara memastikan pemerintah akan menindaklanjuti empat rekomendasi hasil kajian Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama Universitas Diponegoro (Undip) untuk mengembangkan kawasan transmigrasi Rempang Eco-City di Batam, Kepulauan Riau.

Empat rekomendasi tersebut mencakup pengelolaan lahan dan agroforestri, penanganan persoalan lingkungan, peningkatan keterampilan masyarakat, serta pengembangan ekonomi melalui pariwisata bahari.

"Yang pertama, kami akan jalankan empat-empatnya," kata Iftitah di Tanjung Banon, Pulau Rempang, Batam, sebagaimana dikonfirmasi pada Minggu (11/10/2026).

Iftitah menyatakan hasil kajian tersebut telah dibahas bersama jajaran Kementerian Transmigrasi agar dapat diterapkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat.

Kementerian Transmigrasi Siapkan Pelaksanaan Empat Rekomendasi

Iftitah menegaskan pemerintah tidak ingin hasil kajian perguruan tinggi berhenti sebagai gagasan tanpa pelaksanaan.

"Dan tentu saja, setelah ini kita tidak berhenti hanya di ide, tapi kita sudah bicarakan juga dengan Pak Direktur Jenderal tadi untuk diimplementasikan," ujar Iftitah.

Rekomendasi pertama berkaitan dengan pengembangan agroforestri melalui pemanfaatan lahan bersama untuk pertanian, penanaman pepohonan, dan kegiatan budidaya lainnya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus menjaga kondisi lingkungan kawasan transmigrasi.

Rekomendasi kedua berfokus pada penanganan erosi dan pengelolaan air melalui penghijauan lereng serta pembangunan sarana penampungan air hujan.

Tim peneliti juga mengusulkan perbaikan sistem pengelolaan sampah dan limbah di lingkungan permukiman.

Pusat Pelatihan dan Wisata Bahari Masuk Rencana Pengembangan

Rekomendasi ketiga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pembentukan pusat kegiatan dan pelatihan keterampilan atau skill hub.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris, pengolahan pangan, pengembangan usaha, dan kegiatan bersama warga.

Sementara itu, rekomendasi keempat diarahkan pada pengembangan ekowisata dan pariwisata bahari dengan memanfaatkan potensi alam serta budaya lokal.

Potensi yang dapat dikembangkan meliputi kawasan mangrove, aktivitas nelayan, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kegiatan wisata berbasis masyarakat.

Iftitah mengatakan sejumlah kegiatan yang sejalan dengan rekomendasi tersebut telah berjalan, termasuk pembangunan menara gardu pandang di Tanjung Banon.

"Nah, kita sedang bangun menara gardu pandang," ujarnya.

Menurut Iftitah, keberadaan fasilitas wisata berpotensi menarik pengunjung dan menciptakan peluang usaha makanan, minuman, serta layanan pendukung pariwisata bagi warga.

Peneliti TUM Libatkan Mahasiswa dan Warga Rempang

Peneliti TUM, Profesor Walter Timo de Vries, menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut disusun berdasarkan pengamatan lapangan dan diskusi bersama masyarakat selama sekitar satu minggu.

Kajian dilaksanakan melalui program Summer Course Barelang 2026 yang melibatkan 20 mahasiswa dan tiga staf TUM.

Para peserta dibagi menjadi empat kelompok yang mengkaji pariwisata, lingkungan, pertanahan dan agroforestri, serta pengembangan komunitas.

Walter menekankan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan infrastruktur.

"Jadi yang kita lihat itu komunitas juga aset di sini, bukan hanya untuk menerima sesuatu, tapi juga untuk membuat sesuatu," ucap Walter.

Ia juga menyoroti perlunya pengintegrasian data geospasial karena informasi dan peta untuk perencanaan kawasan masih tersebar di sejumlah instansi.

Penggabungan data tersebut dinilai dapat membantu pemerintah menentukan pemanfaatan lahan dan mengidentifikasi persoalan lingkungan secara lebih tepat.

BP Batam Berkomitmen Tindak Lanjuti Hasil Kajian

Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menyatakan pemerintah daerah akan memberikan perhatian terhadap hasil kajian TUM dan Undip.

"Empat rekomendasi yang tadi disampaikan akan menjadi atensi serius," ungkap Amsakar.

Menurut Amsakar, beberapa kegiatan yang sesuai dengan rekomendasi telah dilaksanakan, termasuk penghijauan kawasan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, sejumlah usulan lainnya masih memerlukan persiapan dan koordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait sebelum dilaksanakan.

Pemerintah pusat dan daerah akan menindaklanjuti hasil kajian tersebut sebagai bagian dari pengembangan kawasan transmigrasi Rempang Eco-City yang melibatkan masyarakat setempat.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026