HOME  ⁄  Ekonomi

Aprindo Sebut Indonesia Jadi Pusat Pertumbuhan Ritel Asia Pasifik, Sektor Perdagangan Sumbang 13,2 Persen PDB

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Aprindo Sebut Indonesia Jadi Pusat Pertumbuhan Ritel Asia Pasifik, Sektor Perdagangan Sumbang 13,2 Persen PDB
Foto: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin saat memberikan pemaparan Indonesia Country Report pada Asia-Pacific Retailers Convention and Exhibition (APRCE) 2026, di Tokyo, Jepang, 7-10 Oktober 2026.

Pantau - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran strategis sebagai pasar konsumen, pusat pertumbuhan bisnis, dan pemain regional dalam industri ritel Asia Pasifik, didukung kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 13,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2025.

Ketua Umum Aprindo Solihin mengatakan industri ritel Indonesia terus berkembang seiring besarnya jumlah penduduk, pertumbuhan perdagangan, dan perluasan ekosistem pembayaran digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Solihin dalam keterangannya di Tangerang, Banten, Minggu (11/10/2026), setelah memaparkan laporan perkembangan ritel Indonesia pada Asia-Pacific Retailers Convention and Exhibition (APRCE) 2026 di Tokyo, Jepang, pada 7–10 Oktober 2026.

Menurut Solihin, Indonesia tidak hanya menawarkan peluang penjualan kepada pelaku usaha, tetapi juga menjadi penghubung antara konsumen, merek, UMKM, teknologi, dan rantai pasok di kawasan Asia Pasifik.

Sektor Perdagangan Indonesia Berkontribusi 13,2 Persen terhadap PDB

Solihin mengungkapkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi sebesar 13,2 persen terhadap PDB Indonesia sepanjang 2025.

Kontribusi tersebut menempatkan perdagangan sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomian nasional.

Sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan sebesar 6,1 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Menurut Aprindo, perkembangan tersebut menunjukkan peran penting industri perdagangan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kekuatan pasar domestik Indonesia turut ditopang oleh jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.

Karakteristik konsumen yang beragam, mulai dari wilayah perkotaan hingga perdesaan, memberikan peluang bagi perkembangan berbagai model usaha ritel.

Ritel modern dan tradisional juga dinilai memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Aprindo Posisikan Indonesia sebagai Pasar dan Penghubung Bisnis Regional

Solihin menjelaskan bahwa potensi industri ritel Indonesia tidak hanya bergantung pada besarnya jumlah konsumen domestik.

Aprindo memandang Indonesia memiliki tiga peran utama dalam perkembangan industri ritel Asia Pasifik, yakni sebagai pasar, penghubung ekosistem bisnis, dan pemain regional.

"Indonesia diposisikan sebagai pasar, platform, sekaligus pemain regional. Sebagai pasar, Indonesia menawarkan basis konsumen yang besar, pertumbuhan ritel terorganisasi, serta ekosistem pembayaran digital dan omnichannel yang terus berkembang," kata Solihin.

Sebagai penghubung bisnis, Indonesia dinilai memiliki peluang mempertemukan konsumen, merek, pelaku UMKM, penyedia teknologi, dan jaringan distribusi.

Sementara itu, sebagai pemain regional, industri ritel nasional mulai menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan usaha di luar pasar domestik.

Perkembangan tersebut didukung oleh pengalaman pengelolaan gerai, sistem distribusi, pengembangan produk, serta kemampuan sumber daya manusia di sektor perdagangan.

Alfamart Ekspansi ke Filipina dan Bangladesh

Aprindo menyoroti ekspansi sejumlah perusahaan ritel Indonesia ke pasar luar negeri sebagai salah satu bukti perkembangan kemampuan industri nasional.

Salah satu anggota Aprindo, Alfamart, telah memperluas kegiatan usahanya ke Filipina.

Sementara itu, Alfamart Trading juga telah memasuki pasar Bangladesh.

Menurut Aprindo, ekspansi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pengelolaan ritel yang dikembangkan di Indonesia dapat diterapkan pada pasar regional.

Kemampuan tersebut tidak hanya mencakup pengoperasian gerai, tetapi juga manajemen bisnis, pengelolaan rantai pasok, pengembangan merek, dan sumber daya manusia.

Perluasan usaha lintas negara dinilai menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan peran industri ritel Indonesia di kawasan Asia Pasifik.

Aprindo Buka Peluang Kerja Sama dengan Peritel Asing

Selain mendorong ekspansi perusahaan nasional, Aprindo juga membuka peluang bagi pelaku ritel luar negeri untuk mengembangkan usaha di Indonesia.

Solihin mengatakan masuknya perusahaan ritel regional dapat menjadi bagian dari pertukaran pengalaman dan pengembangan model bisnis.

"Di sisi lain, kita juga membuka peluang bagi pelaku ritel regional untuk masuk dan berkembang di pasar domestik. Kehadiran ritel luar negeri menjadi salah satu contoh konsep ritel regional yang memasuki Indonesia dan beradaptasi dengan karakteristik pasar setempat," katanya lagi.

Menurut Aprindo, hubungan antarpasar di Asia Pasifik tidak harus hanya berfokus pada persaingan usaha.

Kemitraan lintas negara, pertukaran kemampuan bisnis, dan penyesuaian model usaha dapat membuka peluang pertumbuhan bersama.

Kondisi tersebut dinilai dapat memperkuat keterhubungan industri ritel Indonesia dengan pelaku usaha dari berbagai negara.

Aprindo Dorong Regulasi Pasti dan Persaingan Digital yang Adil

Aprindo menilai penguatan ekosistem perdagangan menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan industri ritel Indonesia.

Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan mencakup kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri serta kepastian regulasi usaha.

Selain itu, ketahanan rantai pasok menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran distribusi barang kepada konsumen.

Aprindo juga menyoroti perlunya persaingan yang adil dalam perdagangan digital seiring berkembangnya sistem pembayaran dan penjualan melalui berbagai saluran.

Penguatan keterlibatan UMKM dalam jaringan perdagangan menjadi bagian dari agenda pengembangan industri ritel nasional.

Melalui langkah tersebut, Aprindo berharap pelaku usaha dari berbagai skala dapat memperoleh peluang dalam perkembangan ekosistem perdagangan.

Indonesia Dinilai Berpeluang Memperkuat Pertumbuhan Ritel Asia Pasifik

Solihin menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menjadi mitra strategis bagi pengembangan industri ritel di kawasan Asia Pasifik.

Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya berasal dari besarnya pasar konsumen, tetapi juga kemampuan membangun kerja sama dan mengembangkan sistem bisnis.

"Indonesia, menawarkan lebih dari sekadar peluang penjualan. Indonesia juga menawarkan ruang untuk membangun kemitraan dan mengembangkan kapabilitas ritel yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan kawasan Asia Pasifik," katanya pula.

Aprindo berharap kerja sama pemerintah, industri, dan pelaku UMKM dapat memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan regional.

Pengembangan kemampuan industri, integrasi teknologi, dan kemitraan lintas negara menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing ritel Indonesia.

Dengan kontribusi sektor perdagangan yang mencapai 13,2 persen terhadap PDB pada 2025, Aprindo memandang industri ritel nasional memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus pengembangan pasar Asia Pasifik.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026