HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom CORE Nilai Industri Kendaraan Listrik Indonesia Mulai Terintegrasi, Sulawesi Jadi Pusat Hilirisasi Nikel

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonom CORE Nilai Industri Kendaraan Listrik Indonesia Mulai Terintegrasi, Sulawesi Jadi Pusat Hilirisasi Nikel
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kendaraan listrik sedang melakukan pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (ANTARA/HO-PLN Lampung).)

Pantau - Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai rantai nilai industri kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan integrasi antara kegiatan pertambangan, pengolahan mineral, dan pengembangan bahan baku baterai, dengan Sulawesi menjadi salah satu wilayah penting dalam transformasi tersebut.

Faisal mengatakan perkembangan industri pengolahan nikel menunjukkan bahwa Indonesia mulai membangun keterkaitan antara sektor hulu, menengah, dan hilir dalam ekosistem kendaraan listrik.

Meski demikian, tingkat kematangan industri di setiap tahapan masih berbeda sehingga pengembangan sektor pengolahan lanjutan perlu terus diperkuat.

“Kalau di upstream kita sudah high maturity (tingkat kematangan tinggi), sementara di midstream dan downstream masih berkembang. Tapi ke depan ini bisa meningkat cepat, dan dampaknya terhadap perekonomian daerah juga akan semakin besar,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Industri Pengolahan Kini Dominasi Ekonomi Morowali

Faisal mencontohkan perubahan struktur ekonomi di Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang mengalami pertumbuhan aktivitas industri berbasis pengolahan mineral selama satu dekade terakhir.

Menurutnya, Morowali yang sebelumnya lebih bergantung pada sektor pertambangan dan pertanian kini mengalami pergeseran menuju kegiatan industri pengolahan.

Ia menyebut lebih dari 75 persen perekonomian Morowali saat ini ditopang oleh sektor industri.

Perubahan tersebut dinilai menunjukkan bahwa pengembangan fasilitas pengolahan mineral dapat memperluas aktivitas ekonomi di daerah penghasil sumber daya alam.

Namun, Faisal mengingatkan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak cukup hanya diukur melalui peningkatan kapasitas produksi dan besarnya investasi.

Menurutnya, manfaat ekonomi juga harus terlihat dari keterlibatan tenaga kerja lokal, penguatan usaha daerah, serta pengelolaan industri yang berkelanjutan.

Vale Indonesia Kembangkan Proyek Nikel di Tiga Wilayah Sulawesi

Penguatan rantai nilai kendaraan listrik turut didukung oleh investasi sejumlah perusahaan pengolahan nikel di Sulawesi.

Salah satunya adalah PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup MIND ID, yang mengembangkan proyek pertumbuhan di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.

Proyek Pomalaa berada di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, sedangkan Sorowako berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pengembangan tersebut merupakan bagian dari ekspansi industri nikel untuk mendukung rantai pasok material baterai kendaraan listrik.

Sejumlah proyek menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) untuk mengolah bijih nikel menjadi produk antara yang dapat digunakan dalam industri baterai.

Fasilitas tersebut dirancang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yakni bahan antara yang dapat diproses lebih lanjut menjadi material baterai.

Berdasarkan informasi perusahaan, pengembangan fasilitas HPAL berkaitan dengan proyek Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako Limonite.

Hilirisasi Nikel Dorong Pembentukan Ekosistem Industri

Perkembangan kawasan industri nikel di Sulawesi menunjukkan semakin luasnya keterlibatan berbagai sektor dalam rantai nilai kendaraan listrik.

Ekosistem tersebut melibatkan perusahaan pertambangan, industri pengolahan mineral, penyedia teknologi, tenaga kerja, serta kegiatan ekonomi pendukung.

Menurut Faisal, keberadaan industri pengolahan berpotensi meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada kegiatan ekstraksi.

Namun, pengembangan industri juga perlu memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Penguatan kapasitas tenaga kerja lokal menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat daerah penghasil mineral dapat terlibat dalam kegiatan industri.

Selain itu, keterlibatan usaha lokal dan pengelolaan dampak lingkungan perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan industri nikel.

Ekonom Ingatkan Pentingnya Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Faisal menilai Sulawesi memiliki posisi strategis dalam rantai nilai mineral nasional karena didukung cadangan sumber daya dan pertumbuhan kapasitas industri pengolahan.

Menurutnya, keberlanjutan transformasi ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada investasi dan produksi, tetapi juga pada kemampuan industri menciptakan manfaat jangka panjang.

“Dengan cadangan mineral dan berkembangnya kapasitas industri pengolahan, Sulawesi memiliki posisi penting dalam rantai nilai mineral Indonesia. Keberlanjutan transformasi tersebut akan ditentukan tidak hanya oleh besarnya investasi dan produksi, tetapi juga oleh sejauh mana industrialisasi mampu menghasilkan nilai tambah yang terhubung dengan pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ucap dia.

Ia menekankan bahwa peningkatan nilai tambah mineral harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi lokal, pengembangan keterampilan tenaga kerja, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, pengembangan rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia diharapkan tidak hanya memperbesar kapasitas industri, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil mineral.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026