
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat 7.855.198 aktivitas naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh serta lokal di empat stasiun yang melayani kota kreatif UNESCO, yakni Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang, sepanjang Januari hingga September 2026.
Jumlah tersebut meningkat 8,85 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 7.216.612 aktivitas penumpang.
Keempat kota tersebut merupakan bagian dari UNESCO Creative Cities Network dengan keunggulan berbeda, mulai dari desain, batik, seni tradisional, hingga industri kreatif berbasis teknologi digital.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan mobilitas menuju kota-kota tersebut berkaitan dengan beragam kebutuhan masyarakat, termasuk pekerjaan, pendidikan, perdagangan, budaya, dan pariwisata.
“Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang memiliki karakter kota yang berbeda. Aktivitas kreatif, pendidikan, bisnis, budaya, dan pariwisata membuat pergerakan masyarakat menuju kota-kota tersebut berlangsung sepanjang tahun. Kereta api menjadi salah satu pilihan perjalanan untuk menjangkau berbagai aktivitas itu,” ujar Anne.
Bandung Catat 2,6 Juta Aktivitas Penumpang Kereta Api
Bandung menjadi salah satu kota Indonesia yang tergabung dalam jaringan kota kreatif UNESCO sejak 2015 melalui kategori desain.
Kota tersebut memiliki ekosistem industri kreatif yang mencakup desain grafis, fesyen, arsitektur, produk kreatif, hingga media digital.
Sepanjang Januari–September 2026, Stasiun Bandung mencatat 2.606.290 aktivitas naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh serta lokal.
Angka tersebut meningkat 12,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.321.687 aktivitas.
Selain kereta api konvensional, masyarakat juga memiliki pilihan perjalanan menuju kawasan Bandung menggunakan kereta cepat Whoosh.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Whoosh melayani 4.576.841 penumpang atau meningkat 1,16 persen dibandingkan 4.524.311 penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penumpang Whoosh tertinggi secara bulanan tercatat pada Juli 2026 sebanyak 578.562 orang, disusul Agustus dengan 560.772 orang.
Anne mengatakan kebutuhan perjalanan menuju Bandung memiliki karakter beragam karena kota tersebut menjadi tujuan kegiatan ekonomi, pendidikan, hiburan, dan pariwisata.
“Karakter perjalanan menuju Bandung sangat beragam. Ada masyarakat yang datang untuk bekerja, kuliah, menjalankan usaha, berwisata, menghadiri konser, pameran, konferensi, hingga berbagai kegiatan kreatif. Setiap kebutuhan memiliki pola perjalanan yang berbeda,” kata Anne.
Pekalongan Jadi Kota Kreatif Batik, Mobilitas Kereta Tembus Satu Juta
Pekalongan merupakan anggota UNESCO Creative Cities Network sejak 2014 dalam kategori kerajinan dan seni rakyat atau Crafts and Folk Art.
Kota di Jawa Tengah tersebut dikenal memiliki tradisi batik yang menjadi bagian penting dari kegiatan ekonomi dan budaya masyarakat.
Stasiun Pekalongan mencatat 1.050.509 aktivitas penumpang kereta api sepanjang Januari hingga September 2026.
Jumlah tersebut meningkat 3,72 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 1.012.784 aktivitas.
Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya aktivitas perjalanan melalui Stasiun Pekalongan dalam sembilan bulan pertama 2026.
Keberadaan jaringan kereta api menjadi salah satu sarana transportasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju maupun meninggalkan kota tersebut.
Solo Balapan Layani 2,54 Juta Aktivitas Penumpang
Surakarta atau Solo masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO pada 2023 melalui kategori kerajinan dan seni rakyat.
Kota tersebut memiliki kekayaan budaya yang mencakup batik, kriya, tari tradisional, karawitan, wayang, serta berbagai pertunjukan seni.
Sepanjang Januari–September 2026, Stasiun Solo Balapan mencatat 2.538.838 aktivitas penumpang kereta api jarak jauh dan lokal.
Jumlah tersebut tumbuh 11,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.274.844 aktivitas.
Selain kereta api jarak jauh dan lokal, mobilitas masyarakat di kawasan Solo juga didukung layanan Commuter Line Area VI Yogyakarta pada koridor Yogyakarta–Palur.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, layanan tersebut mencatat sekitar 7,16 juta penumpang atau meningkat 7,68 persen dibandingkan sekitar 6,65 juta penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Stasiun Solo Balapan menjadi salah satu stasiun utama dalam koridor perjalanan tersebut.
Keberadaan kereta api jarak jauh, lokal, dan Commuter Line memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan antarkota maupun mobilitas harian di kawasan Solo Raya dan Yogyakarta.
Malang Catat 1,66 Juta Aktivitas Penumpang Kereta Api
Malang menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network pada 2025 melalui kategori seni media atau Media Arts.
Ekosistem kreatif di kota tersebut berkembang melalui animasi, gim, film, desain, produksi konten, serta berbagai kegiatan berbasis teknologi digital.
Sepanjang Januari hingga September 2026, Stasiun Malang mencatat 1.659.561 aktivitas penumpang kereta api.
Jumlah tersebut meningkat 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 1.607.297 aktivitas.
Pertumbuhan mobilitas tersebut terjadi seiring keberadaan berbagai kegiatan pendidikan, ekonomi, budaya, dan pariwisata di Malang.
KAI mencatat aktivitas naik dan turun penumpang di Stasiun Malang menjadi salah satu bagian dari total 7,86 juta aktivitas di empat stasiun yang melayani kota kreatif UNESCO.
KAI Sebut Mobilitas Penumpang Tidak Seluruhnya untuk Pariwisata
Peningkatan mobilitas menuju empat kota kreatif UNESCO berlangsung ketika aktivitas perjalanan wisata di Indonesia juga menunjukkan angka yang tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 104,30 juta perjalanan pada Agustus 2026.
Pada bulan yang sama, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat sebanyak 1,60 juta kunjungan.
Anne Purba menjelaskan bahwa data aktivitas penumpang di stasiun, Whoosh, dan Commuter Line tidak seluruhnya dapat dikategorikan sebagai perjalanan wisata maupun kegiatan ekonomi kreatif.
Menurutnya, angka tersebut juga mencakup perjalanan masyarakat untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan bisnis, menghadiri kegiatan budaya, dan mengunjungi keluarga.
Data mobilitas itu menunjukkan besarnya aktivitas perjalanan menuju kota-kota yang memiliki beragam kegiatan ekonomi, pendidikan, budaya, dan pariwisata.
KAI menilai layanan transportasi berbasis rel menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menjangkau berbagai aktivitas di Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




