
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong pemerintah daerah (pemda) berperan aktif menghubungkan lulusan pelatihan vokasi dengan lowongan pekerjaan, akses permodalan, pasar, serta pendampingan usaha agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara nyata.
Yassierli menegaskan keberhasilan program pelatihan kerja tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang menyelesaikan pendidikan atau memperoleh sertifikat.
Menurutnya, lulusan pelatihan harus mendapatkan kesempatan untuk menggunakan keterampilan mereka, baik melalui pekerjaan formal maupun kegiatan wirausaha.
“Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara,” ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Kemnaker Siapkan 1.600 Peserta Pelatihan Vokasi di Sukabumi
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program Tailor Made Training (TMT) Batch 2 di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (11/10/2026).
Program tersebut menyediakan 100 paket pelatihan vokasi yang ditujukan bagi 1.600 calon peserta.
Sebanyak 400 peserta menghadiri kegiatan pembukaan program tersebut.
Pelatihan dirancang melalui empat klaster ekonomi dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha yang berkembang di daerah.
Menaker menilai penyelarasan materi pelatihan dengan kebutuhan industri lokal penting agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan peluang pekerjaan.
“Program ini dirancang khusus berbasis kebutuhan pasar kerja lokal guna mencetak tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Yassierli.
Pelatihan Dimulai 19 Oktober dengan 11 Jenis Keterampilan
Program TMT Batch 2 dijadwalkan mulai berlangsung pada 19 Oktober 2026 dengan durasi pelatihan selama dua pekan.
Sebanyak 11 jenis pelatihan diselenggarakan dalam empat klaster utama, yakni ekonomi digital dan perkantoran, pangan dan kuliner, garmen dan fesyen, serta kecantikan.
Klaster Ekonomi Digital, Perkantoran, dan Komunikasi mencakup pelatihan Practical Office Advance, Content Creator, dan Public Speaking.
Klaster Pangan dan Kuliner meliputi pelatihan pangan kuliner, pembuatan roti dan kue, peracikan minuman kopi, serta pengelolaan kelembagaan Brigade Pangan.
Sementara itu, Klaster Garmen dan Fesyen menyediakan pelatihan menjahit pakaian, pembuatan pakaian menggunakan mesin jahit, serta pengoperasian mesin jahit.
Untuk Klaster Kecantikan, peserta mendapatkan pelatihan keterampilan rias wajah.
Keempat klaster tersebut disusun untuk memberikan pilihan keterampilan yang dapat digunakan peserta dalam mencari pekerjaan maupun membangun usaha.
Menaker Tegaskan Sertifikat Harus Sesuai Kemampuan Peserta
Yassierli meminta seluruh peserta mengikuti proses pelatihan secara sungguh-sungguh agar benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan.
Ia menekankan bahwa sertifikat kelulusan tidak boleh hanya menjadi bukti administratif tanpa didukung kemampuan nyata.
Karena itu, peserta diharapkan memanfaatkan masa pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang yang dipilih.
Menaker juga menilai dukungan pemerintah daerah setelah pelatihan menjadi faktor penting dalam membantu lulusan memasuki dunia kerja.
Dukungan tersebut dapat berupa penyediaan informasi lowongan pekerjaan, fasilitasi akses permodalan, pembukaan jaringan pemasaran, hingga pendampingan usaha.
Kemnaker Gandeng Pemda dan Lembaga Masyarakat
Pelaksanaan TMT Batch 2 di Sukabumi melibatkan sejumlah instansi pemerintah daerah dan lembaga masyarakat.
Mitra pemerintah daerah meliputi Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.
Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi juga terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, mitra dari unsur masyarakat terdiri atas Yayasan Al Furqon Kebonjati, Yayasan Sigma Indonesia Sinergi, Yayasan Madani Tegallega, dan LPK Badami.
Melalui kerja sama tersebut, Kemnaker berupaya memastikan pelatihan vokasi dapat diselenggarakan sesuai kebutuhan daerah sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk memperoleh pekerjaan atau mengembangkan usaha.
- Penulis :
- Aditya Yohan




