HOME  ⁄  Ekonomi

Mendag Budi Santoso Bidik Transaksi TEI 2026 Tembus 17,5 Miliar USD

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Mendag Budi Santoso Bidik Transaksi TEI 2026 Tembus 17,5 Miliar USD
Foto: Sejumlah menteri saat sesi wawancara dengan awak media di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10/2026). (PANTAU/Khalied Malvino)

Pantau -- Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mematok target transaksi raksasa sebesar 17,5 miliar USD (setara Rp313,25 triliun).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meresmikan ajang pameran dagang internasional tersebut di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10/2026).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kepersertaan 1.873 pameran dengan estimasi kunjungan mencapai 30.000 pembeli lokal maupun asing.

Mendag Budi mengungkapkan sebanyak 8.092 pembeli mancanegara dari 134 negara terkonfirmasi mendaftar guna menjajaki komoditas unggulan nasional.

"Pada pelaksanaan TEI kali ini, kami menargetkan transaksi sebesar 17,5 miliar US dollar dari 1.873 exhibitor dan 30.000 pengunjung. Pada hari ini, pada sore nanti, akan dilakukan penandatanganan sebanyak 168 MoU antara eksportir dengan buyer dari 22 negara dengan nilai total 13,2 miliar US dollar," ujar Mendag Budi saat pembukaan pameran.

Penetapan target ekspor ini ditopang peranan aktif jaringan Atase Perdagangan serta Indonesian Trade Promotion Center di luar negeri.

Kemendag menilai kolaborasi instansi diplomatik perdagangan sukses mengamankan kesepakatan awal ekspor produk manufaktur, pertanian, hingga kawasan industri.

Terkait variasi komoditas pameran, Kemendag menampilkan sektor makanan-minuman, produk pertanian, fesyen, kriya, serta furnitur rumah tangga.

Mendag Budi menambahkan ekspansi pasar komoditas dalam negeri berjalan seiring penawaran investasi kawasan industri bagi investor mancanegara.

Atas dasar pencapaian ekspor nasional, Kementerian Perdagangan menyerahkan Anugerah Primaniyarta dan Primaduta kepada eksportir serta mitra internasional.

Guna mendorong regenerasi pelaku usaha ekspor, Kemendag turut menganugerahkan Campuspreneur Award bagi perguruan tinggi berkinerja transaksi tertinggi.

Beralih pada histori pelaksanaan pameran, Mendag Budi mengingatkan TEI pertama kali digagas pada era pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1985.

Oleh sebab itu, Kemendag terus mentransformasi pameran tahunan tersebut menjadi pusat pengadaan barang global (The Ultimate Hub for Global Sourcing).

Sebagai langkah kunci, pemerintah optimistis gelaran TEI ke-41 mampu menggerakkan roda ekonomi nasional di tengah tantangan pasar global.

Melalui kesepakatan nilai MoU 13,2 miliar USD, perdagangan luar negeri Indonesia diharapkan kian tangguh serta berdaya saing tinggi.

Penulis :
Khalied Malvino
FLOII 2026