
Pantau - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara mencatat realisasi pendapatan negara di wilayah tersebut mencapai Rp4,17 triliun hingga 30 September 2026 atau tumbuh 32,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara Iman Widhiyanto mengatakan capaian tersebut setara dengan 69,79 persen dari target pendapatan negara yang ditetapkan untuk tahun anggaran 2026.
Peningkatan pendapatan negara itu terutama ditopang oleh pertumbuhan penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"Pendapatan negara di Sultra tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh kenaikan penerimaan perpajakan dan PNBP," kata Iman di Kendari, Rabu (14/10/2026).
Penerimaan Pajak Sultra Capai Rp3,35 Triliun
Iman menjelaskan bahwa sektor perpajakan menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan negara di Sulawesi Tenggara hingga akhir September 2026.
Realisasi penerimaan perpajakan tercatat mencapai Rp3,35 triliun atau 63,97 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 40,23 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Penerimaan perpajakan terdiri atas pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional yang sama-sama mencatatkan pertumbuhan positif.
"Capaian penerimaan perpajakan ini terdiri atas Pajak Dalam Negeri yang terealisasi sebesar Rp2,92 triliun atau 57,53 persen dari pagu dengan peningkatan 32,56 persen (yoy), serta Pajak Perdagangan Internasional yang mencapai Rp429,36 miliar atau 268,64 persen dari pagu dan melesat tajam sebesar 131,14 persen (yoy)," ujarnya.
Realisasi pajak perdagangan internasional menjadi salah satu capaian yang menonjol karena telah melampaui target lebih dari dua kali lipat.
Sementara itu, pajak dalam negeri tetap menjadi penyumbang utama penerimaan perpajakan dengan nilai Rp2,92 triliun.
PNBP Sulawesi Tenggara Lampaui Target Tahunan
Selain sektor perpajakan, DJPb Sulawesi Tenggara mencatat kinerja positif pada Penerimaan Negara Bukan Pajak hingga September 2026.
Iman menyebutkan realisasi PNBP mencapai Rp822,30 miliar atau 110,86 persen dari target yang ditetapkan.
Dengan capaian tersebut, penerimaan negara dari sektor PNBP telah melampaui target tahunan sebelum memasuki triwulan terakhir 2026.
Secara tahunan, PNBP Sulawesi Tenggara tumbuh sebesar 9,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Realisasi tersebut berasal dari dua komponen utama, yakni PNBP Lainnya dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).
"Kinerja PNBP tersebut mencakup PNBP Lainnya yang realisasinya mencapai Rp471,48 miliar atau 139,60 persen dari pagu dengan pertumbuhan 13,11 persen (yoy), serta Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) yang terserap sebesar Rp350,81 miliar atau 64,46 persen dari pagu dengan pertumbuhan 5,72 persen (yoy)," jelas Iman Widhiyanto.
Pertumbuhan Pendapatan Negara Cerminkan Penguatan Ekonomi
Iman menilai peningkatan penerimaan perpajakan dan PNBP mencerminkan penguatan aktivitas ekonomi di Sulawesi Tenggara sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Menurutnya, pertumbuhan pendapatan negara juga menunjukkan efektivitas pemungutan penerimaan pemerintah di wilayah tersebut.
Kinerja pajak perdagangan internasional yang meningkat 131,14 persen secara tahunan turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penerimaan secara keseluruhan.
Di sisi lain, realisasi PNBP yang telah melampaui target menunjukkan capaian positif penerimaan negara di luar sektor perpajakan.
Hingga akhir triwulan ketiga 2026, total pendapatan negara di Sulawesi Tenggara telah mencapai 69,79 persen dari target dengan pertumbuhan tahunan sebesar 32,98 persen.
- Penulis :
- Aditya Yohan




