
Pantau - Merek minuman dan makanan lokal MOMOYO memaparkan tujuh tahapan pembukaan gerai kemitraan dengan nilai investasi awal mulai Rp250 juta, mulai dari penandatanganan kontrak hingga pembukaan resmi setelah seluruh persiapan operasional dinyatakan selesai.
Perusahaan menyatakan proses pembukaan gerai mencakup evaluasi lokasi, penyesuaian desain, pengadaan peralatan, pelatihan karyawan, dan pemeriksaan kesiapan pelayanan.
Durasi pembukaan setiap gerai dapat berbeda, bergantung pada perkembangan renovasi serta penyelesaian masing-masing tahapan.
"Saat ini, MOMOYO telah menjangkau 38 provinsi, 98 kota, dan 416 kabupaten di Indonesia sebagai salah satu brand minuman teh dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara," demikian pernyataan tertulis perwakilan MOMOYO Investment Promotion Department, Kamis (15/10/2026).
MOMOYO Tetapkan Tujuh Tahap Pembukaan Gerai
Tahap pertama dimulai dengan penandatanganan kontrak kemitraan sebagai dasar kerja sama antara MOMOYO dan calon mitra usaha.
Pada tahap tersebut, calon mitra perlu mempertimbangkan kebutuhan investasi dan kesiapan menjalankan usaha sebelum melanjutkan proses pembukaan gerai.
Tahap kedua adalah evaluasi lokasi (site evaluation) dengan mempertimbangkan kepadatan penduduk, potensi pasar, serta jarak antargerai MOMOYO.
Perusahaan menerapkan kebijakan jarak minimum antargerai untuk mengurangi persaingan internal, tetapi tidak menetapkan satu ukuran radius yang berlaku seragam di seluruh Indonesia.
Persetujuan lokasi dan penentuan jarak antargerai dilakukan melalui evaluasi kantor pusat dan Area Development Office berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.
Tahap ketiga berupa konfirmasi desain (design confirmation) untuk memastikan tampilan gerai sesuai standar merek dan kebutuhan operasional.
Setelah desain disetujui, mitra memasuki tahap keempat, yakni pengadaan peralatan (equipment procurement), bahan baku, dan perlengkapan operasional.
Bahan Baku Dipasok Terpusat, Karyawan Jalani Pelatihan Sepekan
MOMOYO menyatakan pengadaan bahan baku inti dan material dilakukan secara terpusat melalui kantor pusat.
Mitra tidak diperbolehkan membeli sendiri bahan baku dan material yang telah ditentukan perusahaan guna menjaga keseragaman kualitas produk dan standar operasional.
Tahap kelima adalah pelatihan karyawan (staff training) yang diselenggarakan secara terpusat selama satu minggu.
Pelatihan tersebut bertujuan mempersiapkan karyawan agar memahami prosedur operasional serta standar pelayanan kepada pelanggan.
Setelah pelatihan selesai, gerai memasuki tahap keenam berupa pembukaan awal (soft opening).
Pada tahap ini, perusahaan memeriksa kesiapan operasional, termasuk alur kerja karyawan dan pelayanan konsumen, sekaligus mengevaluasi aspek yang masih perlu diperbaiki.
Tahap ketujuh adalah pembukaan resmi (grand opening) setelah lokasi, desain, peralatan, pasokan bahan baku, dan tenaga kerja dinyatakan siap.
Investasi Mulai Rp250 Juta Tanpa Biaya Waralaba dan Royalti
MOMOYO menawarkan skema kemitraan dengan investasi awal mulai Rp250 juta.
Perusahaan menegaskan bahwa nilai investasi tersebut bukan merupakan biaya waralaba (franchise fee).
Dalam skema yang ditawarkan, mitra tidak dikenakan biaya waralaba maupun royalti (royalty fee).
Keuntungan usaha menjadi hak mitra setelah memperhitungkan seluruh biaya operasional gerai.
MOMOYO juga membuka peluang pengembangan gerai di kota kecil dan kabupaten kategori tier 2 serta tier 3, dengan tetap mempertimbangkan potensi pasar dan kelayakan lokasi.
MOMOYO Sebut Potensi Omzet Rp180 Juta hingga Rp600 Juta per Bulan
Perusahaan menyampaikan kisaran omzet indikatif gerai kemitraan sebesar Rp180 juta hingga Rp600 juta per bulan.
Namun, MOMOYO menegaskan bahwa angka tersebut bukan jaminan pendapatan dan tidak dapat disamakan dengan laba bersih.
Realisasi omzet bergantung pada lokasi usaha, jumlah pengunjung, potensi pasar, dan pelaksanaan operasional masing-masing gerai.
Dengan demikian, hasil usaha setiap mitra dapat berbeda sesuai kondisi pasar dan pengelolaan gerai.
MOMOYO Kantongi Sertifikasi Halal Sejak 2023
MOMOYO menyatakan telah memperoleh sertifikasi halal melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).
Sertifikasi tersebut diperoleh sejak 7 September 2023 dengan nomor sertifikat BPJPH ID00310008267210723.
Perusahaan menyebut penerapan tujuh tahapan pembukaan gerai dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi, perlengkapan, bahan baku, sumber daya manusia, dan sistem operasional sebelum melayani konsumen.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




