
Pantau - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) memperluas pasar ekspor melalui kerja sama dengan perusahaan perdagangan baja asal Australia, Australian Steel Traders Pty Ltd (ASTRADERS), untuk memasok produk baja sebanyak 30.000 ton per tahun ke pasar Australia dan Selandia Baru.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pasokan jangka panjang atau Long Term Supply Agreement (LTSA) yang mencakup produk baja jenis Hot Rolled Coil (HRC) dan/atau Hot Rolled Sheet (HRS).
Vice President of Sales III Krakatau Steel, Muhammad Nur Mulianto Putra, mengatakan kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pemasaran baja nasional di pasar internasional.
"Kerja sama ini menjadi momentum bagi kami untuk memperluas penetrasi pasar ekspor dan memperkuat kepercayaan mitra internasional terhadap produk baja Indonesia," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Krakatau Steel Sepakati Pasokan Baja 30.000 Ton per Tahun
Perjanjian antara Krakatau Steel dan ASTRADERS mencakup pasokan produk HRC dan/atau HRS dengan volume sebesar 30.000 ton setiap tahun.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mengembangkan hubungan perdagangan jangka panjang dengan mitra internasional.
HRC merupakan produk baja lembaran berbentuk gulungan yang dihasilkan melalui proses pengerolan panas.
Sementara itu, HRS merupakan produk baja hasil pengerolan panas yang dipasarkan dalam bentuk lembaran.
Kedua produk tersebut menjadi bagian utama dalam kesepakatan pasokan yang ditandatangani Krakatau Steel bersama ASTRADERS.
Selain memasok HRC dan HRS, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan penjualan berbagai jenis produk baja lainnya.
Salah satu produk yang berpotensi dipasarkan adalah Hot Rolled Pickled and Oiled (HRPO), yakni baja hasil pengerolan panas yang telah melalui proses pembersihan permukaan dan pelapisan minyak untuk membantu melindungi permukaannya.
Krakatau Steel juga membuka peluang pemasaran Cold Rolled Coil (CRC), yaitu baja gulungan yang diproses melalui pengerolan dingin untuk menghasilkan karakteristik permukaan dan dimensi tertentu.
Kedua perusahaan dapat memperluas perdagangan ke jenis produk baja lainnya sepanjang memperoleh persetujuan bersama.
Dengan demikian, kesepakatan tersebut tidak hanya mengatur pasokan HRC dan HRS, tetapi juga menyediakan ruang untuk memperluas portofolio produk baja yang dipasarkan ke luar negeri.
Australia dan Selandia Baru Jadi Sasaran Perluasan Ekspor
Krakatau Steel menempatkan Australia dan Selandia Baru sebagai dua pasar tujuan dalam pengembangan kegiatan ekspor melalui kerja sama dengan ASTRADERS.
Perusahaan perdagangan baja asal Australia tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses Krakatau Steel kepada pelanggan di kedua negara.
Nur Mulianto menjelaskan bahwa kemitraan dengan perusahaan perdagangan internasional menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi Krakatau Steel dalam kegiatan ekspor.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan mitra internasional terhadap kualitas dan kemampuan pasokan produk baja yang dihasilkan Indonesia.
Krakatau Steel memandang perluasan basis pelanggan internasional sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan penetrasi produk baja nasional di pasar regional.
Melalui kemitraan tersebut, perusahaan berupaya menggabungkan kemampuan produksi baja dalam negeri dengan dukungan jaringan perdagangan yang dimiliki ASTRADERS.
Meski telah menandatangani perjanjian pasokan jangka panjang, pelaksanaan perdagangan tetap harus memperhatikan sejumlah persyaratan yang berlaku di negara tujuan.
Persyaratan tersebut meliputi kesesuaian spesifikasi produk, harga, sertifikasi, serta kondisi pasar Australia dan Selandia Baru.
Kesesuaian spesifikasi menjadi faktor penting karena produk baja yang dipasarkan harus memenuhi kebutuhan teknis pelanggan.
Selain itu, harga produk juga menjadi perhatian agar baja Krakatau Steel dapat bersaing dengan produk dari pemasok internasional lainnya.
ASTRADERS Dukung Peluang Sertifikasi ACRS dan SSA
Kerja sama Krakatau Steel dan ASTRADERS turut membuka peluang dukungan pemenuhan sertifikasi produk baja untuk pasar Australia dan Selandia Baru.
Nur Mulianto menjelaskan bahwa pemenuhan persyaratan sertifikasi menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas akses pasar ekspor.
Melalui kemitraan tersebut, ASTRADERS akan mengupayakan dukungan bagi Krakatau Steel dalam memperoleh sertifikasi yang dibutuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu sertifikasi yang menjadi perhatian adalah Australasian Certification Authority for Reinforcing and Structural Steels (ACRS).
Sertifikasi ACRS berkaitan dengan pemenuhan persyaratan produk baja tulangan dan baja struktural yang relevan untuk pasar Australia dan Selandia Baru.
Selain ACRS, kedua perusahaan juga membuka peluang kerja sama dalam mendukung pemenuhan sertifikasi Steel Sustainability Australia (SSA).
Sertifikasi SSA berkaitan dengan aspek keberlanjutan dalam industri baja dan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan akses pasar.
Dukungan terhadap proses sertifikasi ACRS dan SSA akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta kesepakatan lebih lanjut antara Krakatau Steel dan ASTRADERS.
Dengan demikian, penandatanganan perjanjian tersebut belum berarti Krakatau Steel secara otomatis memperoleh kedua sertifikasi tersebut.
Kerja sama ini membuka peluang dukungan untuk memenuhi persyaratan teknis dan keberlanjutan yang relevan bagi produk baja di pasar tujuan.
Krakatau Steel memandang pemenuhan standar dan sertifikasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan produk nasional dalam menghadapi persaingan internasional.
Krakatau Steel Perkuat Daya Saing Baja Nasional di Pasar Global
Krakatau Steel menilai kemitraan dengan ASTRADERS dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya saing produk baja Indonesia di pasar internasional.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas peluang pemasaran sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk baja nasional.
Nur Mulianto menyampaikan bahwa dukungan mitra bisnis yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan pertumbuhan perusahaan di pasar global.
"Dengan dukungan kemitraan yang tepat, perseroan berupaya memperkuat daya saing produk baja nasional dan memperluas peluang pertumbuhan bisnis di pasar internasional," katanya.
Penandatanganan LTSA dengan volume pasokan 30.000 ton per tahun menjadi kerangka kerja sama jangka panjang antara Krakatau Steel dan ASTRADERS.
Selain mengatur pasokan produk HRC dan HRS, perjanjian tersebut membuka peluang pengembangan jenis produk, perluasan pelanggan, serta dukungan pemenuhan sertifikasi.
Krakatau Steel berharap kerja sama ini dapat memperluas penetrasi pasar ekspor di Australia dan Selandia Baru sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan melalui pemasaran produk baja Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa




