HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Dorong Enam Startup Teknologi Perluas Pasar dan Jejaring Bisnis hingga Tingkat Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenekraf Dorong Enam Startup Teknologi Perluas Pasar dan Jejaring Bisnis hingga Tingkat Global
Foto: (Sumber :Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong perluasan akses pasar dan jaringan bisnis enam startup di bidang jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui partisipasi dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 di Jakarta, 13–14 Oktober 2026. (ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong enam perusahaan rintisan atau startup di bidang jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memperluas akses pasar dan jaringan bisnis melalui Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 13–14 Oktober 2026.

Langkah tersebut dilakukan melalui program Creative By Indonesia sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri ekonomi kreatif berbasis teknologi digital.

Direktur Jasa TIK Kemenekraf, Donny Harso, mengatakan keenam perusahaan yang mengikuti kegiatan tersebut telah melewati proses seleksi dan memiliki pengalaman dalam program pendampingan pemerintah.

“Semua startup yang kami tampilkan di sini telah melalui tahap kurasi dan sebagian besar pernah mengikuti program fasilitasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf. Kami meyakini partisipasi dalam pameran ini akan semakin memperluas jaringan bisnis mereka,” kata Donny dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Melalui kegiatan tersebut, Kemenekraf berharap para pelaku usaha teknologi dapat menjalin kerja sama dengan mitra industri, calon pembeli, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan bisnis.

Enam Startup Teknologi Dapat Kesempatan Perluas Jaringan Bisnis

Keenam startup yang mendapat dukungan Kemenekraf ditampilkan melalui Paviliun Creative By Indonesia dalam ajang Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026.

Partisipasi tersebut bertujuan membuka peluang kerja sama bisnis sekaligus memperkenalkan produk dan layanan teknologi digital kepada pasar yang lebih luas.

Salah satu perusahaan yang mengikuti kegiatan ini adalah PT Sakti Kinaja Kolaborasindo yang bergerak dalam pengembangan layanan digital dan aplikasi untuk koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perusahaan tersebut memperkenalkan sejumlah inovasi, termasuk Cooperative Data Center (CDC) yang dirancang untuk membantu proses penilaian kelayakan kredit anggota koperasi.

Selain itu, PT Sakti Kinaja Kolaborasindo juga menghadirkan aplikasi toko daring yang ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha dan pemasaran produk UMKM.

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi dan pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Pelaku Startup Rasakan Manfaat Perluasan Jejaring dan Peluang Kolaborasi

Direktur sekaligus Chief Operation Officer PT Sakti Kinaja Kolaborasindo, Indra Lesmana, mengatakan partisipasi dalam pameran memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk bertemu dengan berbagai pihak yang berpotensi menjadi mitra bisnis.

Menurut Indra, keterbatasan jaringan bisnis sebelumnya menjadi salah satu kendala perusahaan dalam merealisasikan sejumlah rencana pengembangan usaha.

“Dampaknya sangat besar bagi perusahaan kami karena dikenalkan dengan banyak vendor, calon mentor-mentor, dan calon stakeholder yang sangat membantu dalam mewujudkan visi misi perusahaan yang tertunda karena tidak memiliki networking,” ujar Indra.

Melalui kegiatan tersebut, perusahaan memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan layanan sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku industri dan calon mitra strategis.

Kemenekraf juga memfasilitasi pertemuan antara perusahaan rintisan dan pihak yang membutuhkan layanan teknologi digital agar peluang kolaborasi dapat berkembang menjadi kerja sama bisnis.

Kemenekraf Fasilitasi Pameran dan Pertemuan Bisnis Startup

Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 mengusung tema AI-Powered Industry: Shaping the Future of Intelligent Enterprise yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan industri dan perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, enam startup binaan Kemenekraf memperoleh fasilitas berupa stan pameran di Paviliun Ekonomi Kreatif untuk memperkenalkan produk dan layanan masing-masing.

Para peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan presentasi di panggung inovasi atau Innovation Stage guna memperkenalkan solusi teknologi kepada pengunjung dan pelaku industri.

Selain itu, Kemenekraf menyediakan sesi pertemuan bisnis atau business matching yang mempertemukan perusahaan rintisan dengan calon pembeli dan mitra potensial.

Fasilitas tersebut diharapkan membantu perusahaan memahami kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Melalui program Creative By Indonesia, Kemenekraf berupaya memperkuat hubungan antara pelaku usaha jasa TIK dengan berbagai sektor industri yang membutuhkan solusi teknologi.

Perluasan akses pasar dan jaringan bisnis tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan rintisan ekonomi kreatif Indonesia, baik di pasar nasional maupun internasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026