HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Tembus Rp18.021 per Dolar AS, Bank Indonesia Gencarkan Intervensi saat IHSG Anjlok 8 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Tembus Rp18.021 per Dolar AS, Bank Indonesia Gencarkan Intervensi saat IHSG Anjlok 8 Persen
Foto: (Sumber :Petugas menunjukan mata uang rupiah (Rp) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (7/9/2026).(ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).)

Pantau - Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah setelah mata uang Indonesia melemah hingga Rp18.021 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (16/10/2026), di tengah meningkatnya sentimen penghindaran risiko global dan gejolak pasar saham domestik.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menegaskan bank sentral akan tetap hadir di pasar untuk menjaga pergerakan rupiah agar sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian.

BI juga berupaya memastikan mekanisme pasar keuangan tetap berjalan dengan baik meskipun tekanan terhadap rupiah meningkat.

Intervensi dilakukan melalui sejumlah instrumen, termasuk transaksi valuta asing di pasar domestik dan luar negeri serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Bank Indonesia Intervensi Rupiah melalui Tiga Instrumen Pasar

Erwin menjelaskan BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri.

Selain itu, BI melakukan transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Langkah stabilisasi juga dilakukan melalui pembelian SBN di pasar sekunder untuk mendukung kondisi pasar keuangan.

Intervensi tersebut menjadi bagian dari upaya BI meredam tekanan terhadap rupiah sekaligus menjaga kelancaran mekanisme pasar.

Erwin menyebut tekanan terhadap mata uang domestik terjadi seiring meningkatnya sentimen risk-off atau kecenderungan investor menghindari aset berisiko.

Kondisi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan berpotensi meningkatkan arus keluar dana asing dari aset portofolio Indonesia.

BI memperkirakan arus keluar modal dari pasar keuangan domestik masih dapat berlanjut di tengah ketidakpastian global.

Rupiah Melemah ke Rp18.021, Cadangan Devisa Tetap Terjaga

Pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026), nilai tukar rupiah tercatat melemah 83 poin atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.938 per dolar AS.

Meski rupiah mengalami tekanan, BI menilai pergerakannya secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara di kawasan.

Erwin menyampaikan bahwa pelemahan rupiah secara quarter-to-date atau sejak awal kuartal berjalan masih terbatas sebesar 0,28 persen.

Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS.

Bank sentral juga terus menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang.

“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” kata Erwin di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Pengumuman MSCI Picu Gejolak Pasar Saham Indonesia

Selain tekanan global, pasar keuangan domestik turut menghadapi sentimen negatif setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Pada Kamis (15/10/2026) waktu setempat, MSCI menyampaikan usulan perubahan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market atau pasar mandiri.

Pengumuman tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan dengan klasifikasi pasar saham Indonesia dalam indeks global.

MSCI membuka proses konsultasi untuk menerima tanggapan dari pelaku pasar sebelum mengambil keputusan akhir.

Keputusan final mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi tersebut dijadwalkan diumumkan paling lambat akhir Juni 2027.

Selama masa konsultasi, MSCI juga dapat memberikan pembaruan sementara berdasarkan masukan yang diterima.

Dengan demikian, usulan perubahan status pasar saham Indonesia masih berada dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan akhir.

IHSG Anjlok 8,01 Persen hingga Perdagangan Dihentikan Sementara

Sentimen negatif dari pengumuman MSCI turut diikuti penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92.

Penurunan tersebut memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt di BEI.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun 49,14 poin atau 8,33 persen menjadi 540,95.

Pelemahan indeks saham dan tekanan terhadap rupiah terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap perkembangan pasar keuangan Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, BI menegaskan akan terus menjalankan langkah stabilisasi serta berkoordinasi dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait.

Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, kecukupan likuiditas, dan kelancaran pasar keuangan di tengah tekanan global maupun domestik.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026