
Pantau - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengungkapkan kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai 70 persen.
Sarmuji menilai keberadaan kawasan industri terintegrasi tersebut mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan sektor industri di Gresik dan wilayah Jawa Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji setelah melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri JIIPE di Kabupaten Gresik, Jumat (16/10/2026).
“Gresik ini mendapatkan manfaat yang cukup besar dari adanya JIIPE, tenaga kerjanya terserap, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya sebuah kawasan industri,” ujar Sarmuji dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, keberadaan kawasan industri tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan yang berinvestasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi industri.
JIIPE Serap 70 Persen Tenaga Kerja Lokal dan Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Gresik
Sarmuji menegaskan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu indikator penting kontribusi kawasan industri terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Dengan tingkat penyerapan tenaga kerja lokal mencapai 70 persen, JIIPE dinilai turut memberikan kesempatan bagi masyarakat Gresik untuk terlibat dalam kegiatan industri yang berkembang di kawasan tersebut.
Menurut Sarmuji, aktivitas industri juga dapat mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi lainnya, termasuk sektor perdagangan, jasa, transportasi, dan kebutuhan penunjang operasional perusahaan.
Ia menilai manfaat keberadaan kawasan industri perlu terus disosialisasikan agar masyarakat memahami hubungan antara investasi industri dan peningkatan aktivitas perekonomian daerah.
Dalam kunjungannya, Sarmuji memperoleh penjelasan mengenai perkembangan kawasan JIIPE, termasuk kesiapan infrastruktur, fasilitas penunjang, dan sistem utilitas yang mendukung operasional perusahaan.
Menperin juga meninjau sejumlah fasilitas hilirisasi industri yang bergerak di sektor pengolahan logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, serta industri kimia.
Kawasan Industri JIIPE Miliki Lahan 1.761 Hektare, Sekitar 60 Persen Telah Terjual
Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola JIIPE, Bambang Soetiono, menjelaskan kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep industri terintegrasi yang didukung fasilitas pelabuhan laut dalam.
JIIPE memiliki kawasan industri seluas 1.761 hektare, area pelabuhan seluas 406 hektare, serta kawasan residensial seluas 800 hektare.
Bambang menyebut sekitar 60 persen lahan kawasan industri JIIPE telah terjual kepada perusahaan yang melakukan investasi.
Sejumlah perusahaan besar yang telah berinvestasi di kawasan tersebut antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan ANTAM.
Menurut Bambang, ketersediaan infrastruktur dan utilitas menjadi salah satu keunggulan JIIPE dalam menarik investasi industri.
Selain itu, akses langsung menuju pelabuhan laut dalam dinilai mampu mendukung kelancaran kegiatan logistik serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
“Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS,” ujar dia.
JIIPE Kembangkan Hilirisasi Tembaga hingga Industri Pendukung Energi Surya
Pengembangan kawasan industri JIIPE juga diarahkan untuk memperkuat kegiatan hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah produk industri dalam negeri.
Ekosistem industri yang berkembang di kawasan tersebut mencakup pengolahan tembaga, pemurnian logam mulia, serta manufaktur produk turunan tembaga.
Selain industri logam, JIIPE turut mengembangkan industri kaca fotovoltaik yang menjadi bagian dari rantai pasok teknologi energi surya.
Keberadaan industri tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor energi terbarukan melalui penyediaan bahan dan komponen yang dibutuhkan.
Investasi pada sektor kimia juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan untuk memperluas kegiatan industri pengolahan.
Melalui pengembangan berbagai sektor tersebut, JIIPE diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara industri pengolahan, manufaktur, dan kegiatan logistik.
Infrastruktur Pelabuhan dan Energi Jadi Penunjang Investasi JIIPE
Bambang menjelaskan keberadaan pelabuhan laut dalam menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung operasional perusahaan yang berinvestasi di JIIPE.
Fasilitas tersebut memungkinkan kegiatan pengangkutan bahan baku dan hasil produksi industri dilakukan melalui jalur laut dengan dukungan infrastruktur yang terintegrasi.
Dari sisi energi, pengelola kawasan juga mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas dengan pasokan dari Perusahaan Gas Negara (PGN).
Selain pembangkit berbasis gas, JIIPE merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi kawasan industri.
Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan fasilitas penunjang yang memadai bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan produksi.
Keberadaan JIIPE di Gresik diharapkan terus meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperluas investasi manufaktur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan




