
Pantau - IPB University bekerja sama dengan ENVELOPS Co Ltd melalui dukungan Korea Energy Agency (KEA) untuk mengembangkan energi terbarukan dengan mengintegrasikan teknologi agrivoltaik (agrivoltaic/APV) dan mobilitas listrik (e-mobility) di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari proyek Korea-Developing Country Climate Change Cooperation (ODA Project) 2026 yang menghubungkan pembangkitan energi surya, aktivitas pertanian, dan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.
Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung transisi energi sekaligus memperkuat penerapan konsep kampus hijau.
Wakil Rektor IPB University Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur, Heti Mulyati, mengatakan pengembangan kendaraan listrik harus didukung ketersediaan energi, infrastruktur, serta kebijakan yang saling terhubung.
IPB Integrasikan Energi Surya dengan Pertanian dan Kendaraan Listrik
IPB University mendorong penerapan teknologi agrivoltaik yang menggabungkan pemanfaatan energi surya dengan kegiatan pertanian.
Teknologi tersebut dikembangkan bersama sistem mobilitas listrik agar energi terbarukan dapat mendukung kebutuhan transportasi.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, IPB menggelar kegiatan Agrivoltaic & E-Mobility Awareness Workshop di Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Kegiatan itu menjadi wadah pembahasan pengembangan energi terbarukan yang menghubungkan sektor pertanian, teknologi, dan transportasi.
Proyek tersebut juga melibatkan ENVELOPS Co Ltd dengan dukungan Korea Energy Agency melalui program kerja sama perubahan iklim tahun 2026.
IPB Siapkan Kebijakan Kampus Hijau dan Infrastruktur Pengisian Daya
Heti Mulyati menegaskan bahwa peralihan menuju kendaraan listrik tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan kendaraan.
Menurutnya, transisi tersebut juga membutuhkan infrastruktur pengisian daya yang sesuai dan kebijakan pendukung.
“Ini juga membutuhkan infrastruktur pengisi daya yang cocok dan kebijakan pendukung. Sebenarnya kita sedang menyiapkan kebijakan yang terhubung dengan kampus hijau, transportasi hijau, dan energi hijau,” katanya.
IPB University berupaya menghubungkan pengembangan energi terbarukan dengan kebijakan pengelolaan lingkungan dan transportasi di kawasan kampus.
Melalui pendekatan tersebut, fasilitas energi surya diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi listrik yang lebih terintegrasi.
Proyek Agrivoltaik Didorong Jadi Sarana Penelitian dan Pendidikan
Selain mendukung pemanfaatan energi terbarukan, proyek agrivoltaik dan mobilitas listrik juga diarahkan untuk menunjang kegiatan akademik.
Heti menjelaskan bahwa pengembangan kedua teknologi tersebut membutuhkan pendekatan multidisiplin yang mencakup aspek pertanian, teknologi, ekonomi, dan sosial.
Pendekatan itu diperlukan agar penerapan teknologi dapat mempertimbangkan berbagai kebutuhan dalam pelaksanaannya.
IPB berharap fasilitas yang dikembangkan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan penelitian mengenai integrasi energi surya dengan kegiatan pertanian.
Proyek tersebut juga berpotensi membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat setempat.
Melalui kerja sama internasional ini, IPB University mendorong pengembangan teknologi energi terbarukan yang dapat mendukung kegiatan pertanian, transportasi listrik, serta penelitian di lingkungan kampus.
- Penulis :
- Aditya Yohan




