
Pantau - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan seluruh kegiatan operasional dan perawatan kereta cepat Whoosh kini sepenuhnya ditangani sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak September 2026, setelah menjalani proses alih pengetahuan bersama tenaga profesional asal Tiongkok selama tiga tahun.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam menguasai teknologi perkeretaapian berkecepatan tinggi.
“Melalui proses transfer pengetahuan yang terstruktur selama tiga tahun, tenaga Indonesia kini telah mampu menjalankan seluruh kegiatan operasi dan perawatan Whoosh secara mandiri,” kata Eva di Bandung, Jawa Barat, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, kehadiran Whoosh tidak hanya menyediakan layanan transportasi modern, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional.
Tenaga Profesional Tiongkok Akhiri Pendampingan pada Agustus 2026
Eva menjelaskan bahwa proses alih pengetahuan dimulai sejak 2023 dengan melibatkan tenaga profesional Tiongkok yang tergabung dalam Operation and Maintenance Consortium (OMC).
Pada tahap awal pengoperasian Whoosh, tenaga profesional Tiongkok terlibat langsung dalam kegiatan operasional dan pemeliharaan kereta cepat sekaligus mendampingi pegawai Indonesia.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan tenaga kerja nasional memahami teknologi, prosedur kerja, serta standar keselamatan yang diterapkan dalam pengoperasian kereta cepat.
Seiring meningkatnya kompetensi pegawai Indonesia, jumlah tenaga pendamping dari Tiongkok dikurangi secara bertahap.
Seluruh tenaga profesional Tiongkok yang bertugas dalam program pendampingan tersebut akhirnya menyelesaikan masa kerja dan kembali ke negara asal pada Agustus 2026.
“Sejak September 2026, seluruh fungsi operasi dan perawatan Whoosh telah dijalankan secara mandiri oleh pegawai Indonesia,” katanya.
Eva menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal pengoperasian Whoosh.
“Ini merupakan pencapaian penting yang membuktikan kemampuan SDM Indonesia dalam menguasai teknologi perkeretaapian berkecepatan tinggi,” ujar Eva.
Masinis hingga Pusat Kendali Whoosh Kini Ditangani SDM Indonesia
KCIC menyatakan bahwa seluruh fungsi operasional Whoosh saat ini telah berada di bawah tanggung jawab tenaga kerja Indonesia.
Cakupan pekerjaan tersebut meliputi masinis yang bertugas mengoperasikan perjalanan kereta cepat serta petugas pusat kendali operasi atau Operation Control Center (OCC).
Selain itu, pegawai Indonesia juga menangani pemeliharaan sarana kereta cepat, jalan rel, jembatan, dan terowongan.
Sistem persinyalan, telekomunikasi, serta kelistrikan yang mendukung operasional Whoosh juga telah ditangani tenaga kerja nasional.
Berbagai peralatan pendukung lainnya turut menjadi bagian dari tanggung jawab pegawai Indonesia dalam menjaga kelancaran layanan kereta cepat.
Menurut Eva, KCIC terus mengembangkan kompetensi pegawai untuk mempertahankan kesiapan operasional dan keandalan sistem transportasi tersebut.
Pengembangan kemampuan tenaga kerja dilakukan agar seluruh fungsi operasional dan pemeliharaan dapat berjalan sesuai dengan standar yang berlaku.
Pegawai Whoosh Jalani Pelatihan Simulator hingga Sertifikasi
Eva menjelaskan bahwa alih pengetahuan dari tenaga profesional Tiongkok kepada pegawai Indonesia dilakukan melalui sejumlah tahapan pelatihan.
Proses tersebut dimulai dengan pembelajaran teori untuk memberikan pemahaman mengenai teknologi dan sistem operasional kereta cepat.
Selanjutnya, pegawai menjalani pelatihan menggunakan simulator serta melakukan observasi terhadap pekerjaan yang dilaksanakan tenaga profesional Tiongkok.
Program pendampingan juga mencakup pelatihan kerja langsung atau on the job training agar peserta memperoleh pengalaman dalam menangani operasional dan perawatan Whoosh.
“Selanjutnya, pegawai Indonesia menjalani praktik kerja, uji kompetensi, sertifikasi, asesmen teknis, hingga serah terima tanggung jawab sebelum dinyatakan siap bekerja secara mandiri,” kata dia.
Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penyiapan tenaga kerja Indonesia sebelum mengambil alih tanggung jawab secara penuh.
KCIC memastikan bahwa pegawai yang saat ini bertugas telah memenuhi persyaratan kompetensi dan sertifikasi sesuai bidang pekerjaan masing-masing.
KCIC Tegaskan Keselamatan Operasional Tetap Jadi Prioritas
Eva menegaskan bahwa berakhirnya masa pendampingan tenaga profesional Tiongkok tidak mengurangi komitmen KCIC terhadap keselamatan dan keandalan operasional Whoosh.
Seluruh kegiatan pengoperasian dan perawatan kereta cepat tetap mengacu pada prosedur serta standar keselamatan yang berlaku.
KCIC juga memastikan bahwa setiap pegawai telah memiliki kompetensi sesuai tanggung jawab pekerjaan yang dijalankan.
Pengembangan kemampuan tenaga kerja nasional akan terus dilakukan untuk menjaga kualitas layanan dan kesiapan operasional kereta cepat.
Dengan selesainya proses alih pengetahuan tersebut, KCIC menyatakan Indonesia kini memiliki tenaga kerja yang mampu menjalankan seluruh fungsi operasional dan perawatan Whoosh secara mandiri.
- Penulis :
- Aditya Yohan




