
Pantau — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mencapai Rp27,74 triliun kepada 115.897 debitur hingga 18 Oktober 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kini mempercepat penyaluran pembiayaan tersebut untuk mengejar target Rp40,67 triliun hingga akhir tahun.
Ara, sapaan Maruarar, memimpin rapat koordinasi evaluasi capaian KUR Perumahan di Jakarta.
Ia meminta seluruh pihak mempercepat realisasi dalam sisa waktu sekitar dua bulan agar program pembiayaan itu mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha sektor perumahan.
“Kita memiliki waktu kurang lebih dua bulan lagi untuk mengamankan dan mempercepat target capaian KUR Perumahan tahun ini," ujar Maruarar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19=10/2026).
Realisasi 68,21 Persen
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati memaparkan data penyaluran KUR Perumahan untuk periode 1 Januari hingga 18 Oktober 2026.
Angka Rp27,74 triliun tersebut setara dengan 68,21 persen dari target Rencana Target Pagu (RTP) 2026 sebesar Rp40,67 triliun.
Capaian itu menunjukkan peran KUR Perumahan dalam mendukung kebutuhan hunian sekaligus menggerakkan kegiatan ekonomi.
Masyarakat dapat memanfaatkan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah, sedangkan pelaku usaha memperoleh dukungan modal untuk menjalankan bisnis di sektor perumahan.
Renovasi Serap Rp13,55 Triliun
Pada sisi permintaan, penyaluran KUR Perumahan mencapai Rp18,28 triliun kepada 112.014 debitur. Realisasi tersebut setara dengan 80,15 persen dari target RTP sisi permintaan.
Renovasi rumah menjadi penggunaan pembiayaan terbesar dengan nilai Rp13,55 triliun untuk 91.824 debitur.
Sementara itu, masyarakat menggunakan Rp2,82 triliun untuk membeli rumah melalui 10.574 debitur dan Rp1,19 triliun untuk membangun rumah guna mendukung kegiatan usaha melalui 9.616 debitur.
Angka tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan perbaikan hunian.
KUR Perumahan juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dari rumah.
Pengembang dan Pedagang
Dari sisi penyediaan, penyaluran KUR Perumahan mencapai Rp9,46 triliun kepada 3.883 debitur atau 52,97 persen dari target RTP sisi penyediaan.
Pembiayaan itu menjangkau pengembang perumahan sebesar Rp5,47 triliun, pedagang bahan bangunan Rp2,94 triliun, serta penyedia jasa konstruksi Rp1,06 triliun.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pembiayaan perumahan turut menggerakkan rantai usaha yang mendukung pembangunan dan renovasi hunian.
Pengembang dapat memperkuat kegiatan usahanya, pedagang bahan bangunan memperoleh akses modal, dan penyedia jasa konstruksi memiliki peluang memperluas layanan.
Libatkan Lebih Banyak Bank
Untuk mempercepat penyaluran, Ara meminta bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank pembangunan daerah (BPD), dan bank swasta meningkatkan kontribusi.
Ia menilai partisipasi lebih luas dari berbagai kelompok perbankan dapat membuka akses pembiayaan bagi lebih banyak masyarakat.
“KUR Perumahan adalah instrumen vital menuju target besar Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Perbankan swasta dan BPD harus mengambil peran lebih besar, tidak hanya bertumpu pada Himbara. Kita butuh fleksibilitas pembiayaan bagi pekerja informal seperti pedagang, pengemudi ojek online, dan UMKM agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk punya rumah sendiri,” ujar dia.
Ara juga menekankan pentingnya skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pekerja informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan pilihan pembiayaan yang lebih fleksibel, kelompok masyarakat tersebut diharapkan memperoleh peluang lebih besar untuk memiliki rumah atau memperbaiki hunian.
Perkuat Subsidi dan Penjaminan
Selain memperluas partisipasi perbankan, Kementerian PKP mendorong optimalisasi skema penjaminan dan subsidi suku bunga dari pemerintah.
Dukungan tersebut dapat membantu memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha perumahan dalam mengembangkan kegiatan bisnis.
Melalui percepatan penyaluran, perluasan partisipasi bank, dan optimalisasi dukungan pemerintah, KUR Perumahan berpeluang memperkuat ekosistem perumahan nasional.
Upaya itu juga mendukung agenda Program 3 Juta Rumah dan membantu pemerintah mengurangi kekurangan kebutuhan rumah atau backlog secara bertahap.
- Penulis :
- Khalied Malvino




