
Pantau - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan nilai ekspor furnitur dan kerajinan nasional meningkat menjadi 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2031, atau dua kali lipat dari capaian saat ini yang berada di kisaran 3 miliar dolar AS.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan Trade Expo Indonesia (TEI) menjadi salah satu sarana strategis untuk memperluas pasar ekspor, mempertemukan pelaku industri dengan pembeli internasional, serta mendorong transaksi perdagangan.
Menurutnya, penguatan Paviliun Furnitur dan Dekorasi Rumah dalam TEI merupakan bagian dari kerja sama HIMKI dengan Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
“HIMKI mendukung penuh penyelenggaraan Trade Expo Indonesia. Kami ingin Furniture & Home Décor Pavilion terus dikembangkan menjadi pavilion sektoral terbaik, yang dikunjungi buyer mancanegara berkualitas dan mampu menghasilkan kemitraan serta transaksi nyata bagi industri,” ujar Abdul Sobur dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
HIMKI Bidik Kenaikan Ekspor Menjadi 6 Miliar Dolar AS
HIMKI menetapkan target peningkatan ekspor furnitur dan kerajinan nasional menjadi 6 miliar dolar AS pada 2031.
Target tersebut menunjukkan ambisi industri untuk menggandakan nilai ekspor dari posisi saat ini yang diperkirakan mencapai 3 miliar dolar AS.
Abdul Sobur menilai perluasan akses pasar internasional menjadi salah satu langkah penting untuk mencapai sasaran tersebut.
Karena itu, HIMKI terus mendorong promosi produk mebel, dekorasi rumah, dan kerajinan Indonesia melalui pameran perdagangan berskala internasional.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah TEI 2026 yang mempertemukan pelaku usaha nasional dengan calon pembeli dari berbagai negara.
TEI 2026 Jadi Ajang Promosi Furnitur dan Kerajinan Indonesia
Trade Expo Indonesia 2026 diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Dalam pameran tersebut, HIMKI memfasilitasi partisipasi pelaku industri furnitur, dekorasi rumah, dan kerajinan melalui paviliun sektoral di Hall 9.
Paviliun tersebut menjadi tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun hubungan dagang dengan pembeli internasional.
HIMKI berharap keikutsertaan industri dalam pameran tidak hanya menghasilkan promosi, tetapi juga kemitraan bisnis dan transaksi ekspor.
Penguatan paviliun sektoral dilakukan melalui sinergi antara asosiasi industri dan Kementerian Perdagangan.
HIMKI Dorong Promosi Ekspor Berkelanjutan
Abdul Sobur menilai TEI memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan promosi ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia.
Menurutnya, pelaksanaan TEI pada semester kedua dapat melengkapi berbagai agenda pameran internasional yang berlangsung pada semester pertama.
Dengan pola tersebut, pelaku industri memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk dan mencari pembeli potensial sepanjang tahun.
Kegiatan promosi yang berkelanjutan juga dinilai penting untuk memastikan komunikasi dan tindak lanjut transaksi dengan calon mitra dagang tidak terputus.
HIMKI berharap pengembangan Paviliun Furnitur dan Dekorasi Rumah dapat memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.
Melalui perluasan jaringan pembeli dan peningkatan transaksi ekspor, asosiasi menargetkan industri furnitur dan kerajinan nasional mampu mencapai nilai ekspor 6 miliar dolar AS pada 2031.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




