HOME  ⁄  Ekonomi

PLN EPI dan FLEXIH Inc Jajaki Produksi Hidrogen Rendah Karbon dari Biomassa, Dorong Kemandirian dan Transisi Energi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PLN EPI dan FLEXIH Inc Jajaki Produksi Hidrogen Rendah Karbon dari Biomassa, Dorong Kemandirian dan Transisi Energi Nasional
Foto: (Sumber :Penandatanganan perjanjian non-disclosure agreement (NDA) antara PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FLEXIH Inc, yang dilakukan CEO and Founder FLEXIH Natarianto Indrawan (kiri) dan Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir (kanan) di Jakarta. ANTARA/HO-PT PLN EPI..)

Pantau - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama perusahaan teknologi energi bersih asal Amerika Serikat, FLEXIH Inc, menjajaki kerja sama pengembangan hidrogen rendah karbon berbasis biomassa melalui teknologi gasifikasi plasma sebagai langkah mendukung diversifikasi energi dan dekarbonisasi di Indonesia.

Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA) antara Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dan CEO sekaligus pendiri FLEXIH Inc Natarianto Indrawan.

Hokkop menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut menjadi landasan awal bagi kedua perusahaan untuk bertukar informasi dan mengevaluasi peluang pembangunan fasilitas produksi hidrogen rendah karbon di Indonesia.

Evaluasi akan mencakup potensi ketersediaan biomassa sebagai bahan baku, peluang penyerapan produk hidrogen oleh industri, serta kemungkinan partisipasi investasi.

Seluruh proses pertukaran data dan informasi akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan kerahasiaan yang telah disepakati kedua perusahaan.

PLN EPI dan FLEXIH Kaji Teknologi Gasifikasi Plasma untuk Produksi Hidrogen

FLEXIH Inc merupakan perusahaan teknologi energi bersih berbasis di Amerika Serikat yang mengembangkan teknologi modular E-Refinery.

Teknologi tersebut dirancang untuk menghasilkan berbagai produk energi dan bahan kimia rendah karbon, termasuk hidrogen dan amonia.

Salah satu teknologi yang dikembangkan FLEXIH adalah gasifikasi plasma yang berpotensi mengolah berbagai jenis bahan baku menjadi produk energi bernilai tambah.

Biomassa menjadi salah satu bahan baku yang akan dievaluasi dalam rencana pengembangan fasilitas produksi hidrogen rendah karbon di Indonesia.

Hokkop mengatakan penandatanganan NDA menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan dan membuka ruang kerja sama teknologi antara kedua perusahaan.

"Penandatanganan NDA ini merupakan langkah awal yang sangat penting dan strategis. Langkah ini menjadi fondasi hukum serta bentuk komitmen bersama dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi sensitif, seiring dengan dimulainya rencana pelaksanaan kerja sama dan pertukaran data antara PLN Energi Primer Indonesia dan FLEXIH," ujar Hokkop dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Kesepakatan tersebut masih berada pada tahap penjajakan sehingga kedua perusahaan akan terlebih dahulu mengkaji aspek teknis dan ekonomi sebelum menentukan langkah pengembangan berikutnya.

FLEXIH Soroti Potensi Biomassa Indonesia untuk Energi Masa Depan

CEO sekaligus pendiri FLEXIH Inc Natarianto Indrawan menilai Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang berpotensi dikembangkan menjadi produk energi dengan nilai tambah lebih tinggi.

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya tersebut membutuhkan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan pelaku industri energi.

"Pengembangan energi masa depan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kita perlu membangun kolaborasi yang menghubungkan potensi sumber daya dan kebutuhan industri. Indonesia memiliki kekayaan biomassa yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus mendukung dekarbonisasi," ungkapnya.

Natarianto menjelaskan bahwa teknologi gasifikasi plasma memiliki karakteristik yang berpotensi mendukung pengolahan biomassa dengan kadar air relatif tinggi.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu aspek yang akan dikaji untuk menentukan kesesuaian teknologi dengan karakteristik biomassa yang tersedia di Indonesia.

Selain faktor teknis, kedua perusahaan juga akan mengevaluasi keekonomian proyek agar rencana pengembangan memiliki dasar yang memadai untuk ditindaklanjuti.

Kelayakan Teknologi dan Investasi Jadi Fokus Evaluasi

PLN EPI dan FLEXIH akan melakukan kajian untuk mengetahui potensi penerapan teknologi gasifikasi plasma dalam kondisi sumber daya biomassa domestik.

Kajian tersebut meliputi karakteristik bahan baku, kebutuhan teknologi, potensi pasar hidrogen, serta peluang investasi.

Natarianto menegaskan bahwa penerapan teknologi perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan agar pengembangannya tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat bersama-sama mengkaji bagaimana teknologi dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik biomassa yang tersedia, serta aspek keekonomian proyek. Pendekatan tersebut penting agar pengembangan teknologi tidak berhenti pada konsep, tetapi memiliki landasan yang kuat untuk dievaluasi lebih lanjut," tambah Natarianto.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi kedua perusahaan dalam menentukan potensi pengembangan fasilitas produksi hidrogen rendah karbon berbasis biomassa.

PLN EPI Dorong Biomassa Jadi Produk Energi Bernilai Tambah

Hokkop mengatakan PLN EPI terus mengembangkan pemanfaatan biomassa dan mengeksplorasi berbagai peluang bioenergi sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi nasional.

Melalui penjajakan dengan FLEXIH, perusahaan ingin memperluas potensi penggunaan biomassa yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Biomassa diharapkan dapat dikembangkan menjadi bahan baku untuk menghasilkan produk energi lain, termasuk hidrogen rendah karbon.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik sekaligus mendukung upaya transisi energi nasional.

"Kolaborasi teknologi dan pemanfaatan sumber daya domestik diharapkan membuka peluang baru bagi diversifikasi energi sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi di Indonesia," sebut Hokkop.

Kerja sama PLN EPI dan FLEXIH saat ini masih berupa penjajakan melalui pertukaran informasi dan evaluasi potensi proyek, sehingga belum merupakan keputusan akhir pembangunan fasilitas produksi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026