
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) perlu terus didorong untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Airlangga menjelaskan bahwa kawasan ekonomi khusus memiliki tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan dengan rata-rata investasi secara nasional.
Hal tersebut tercermin dari indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yakni rasio yang menggambarkan kebutuhan tambahan modal atau investasi untuk menghasilkan tambahan keluaran ekonomi.
Berdasarkan data yang disampaikan Airlangga, angka ICOR nasional mencapai 6,1, sedangkan rata-rata ICOR di kawasan ekonomi khusus berada di bawah 4.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa investasi di KEK dinilai lebih efisien dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi dibandingkan rata-rata investasi nasional.
Airlangga Sebut Efisiensi Investasi KEK Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Airlangga menilai tingkat efisiensi investasi di kawasan ekonomi khusus menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu Indonesia mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Semakin rendah angka ICOR, semakin kecil tambahan investasi yang diperlukan untuk menghasilkan peningkatan keluaran ekonomi dalam jumlah tertentu.
"(KEK) Inilah salah satu yang harus terus didorong kalau kita melakukan investasi dengan ICOR 4, pertumbuhan 8 persen itu bisa kita capai," ujarnya.
Menurut Airlangga, investasi dengan tingkat ICOR lebih rendah berpotensi memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dibandingkan investasi yang membutuhkan modal lebih besar untuk menghasilkan keluaran serupa.
Oleh karena itu, peningkatan efisiensi investasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan pemerintah dalam mengoptimalkan kontribusi penanaman modal terhadap perekonomian nasional.
"Ke depan, KEK tentu diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan KEK sudah membuktikan bahwa secara nasional ICOR kita sekitar 6, tapi di KEK rata-rata di bawah 4," kata Airlangga.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan KEK tidak hanya berkaitan dengan peningkatan nilai investasi, tetapi juga kemampuan investasi tersebut dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
"Kalau kita mau meningkatkan ICOR salah satunya adalah efisiensi baik di kawasan ekonomi khusus, maupun di kawasan industri karena ini akan mendorong percepatan pertumbuhan," tambahnya.
Luas KEK Indonesia Masih Jauh di Bawah Vietnam dan Malaysia
Selain menyoroti efisiensi investasi, Airlangga menyebut Indonesia masih memiliki peluang besar untuk memperluas pengembangan kawasan ekonomi khusus.
Penilaian tersebut didasarkan pada perbandingan luas kawasan ekonomi khusus di Indonesia dengan kawasan sejenis di sejumlah negara tetangga, terutama Vietnam dan Malaysia.
Airlangga menyampaikan bahwa luas kawasan ekonomi khusus di Vietnam dan Malaysia mencapai sekitar 1,8 juta hingga 2 juta hektare.
Sementara itu, luas kawasan ekonomi khusus di Indonesia saat ini masih berada pada kisaran 24 ribu hektare.
Perbedaan luas kawasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam melihat potensi pengembangan KEK di Indonesia.
Airlangga menilai pengembangan kawasan ekonomi khusus perlu terus didorong agar dapat memperbesar kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Investasi KEK Capai Rp382,1 Triliun dan Serap 302 Ribu Tenaga Kerja
Pemerintah mencatat total realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus selama periode 2012 hingga September 2026 telah mencapai Rp382,1 triliun.
Investasi tersebut tercatat menyerap sebanyak 302.262 tenaga kerja yang tersebar di berbagai kawasan ekonomi khusus di Indonesia.
Selain menciptakan lapangan pekerjaan, kegiatan investasi di KEK juga melibatkan sebanyak 509 badan usaha.
Capaian tersebut menunjukkan kontribusi kawasan ekonomi khusus dalam menarik investasi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
Pemerintah berharap pengembangan KEK dapat terus meningkatkan aktivitas ekonomi, baik melalui penambahan investasi maupun keterlibatan badan usaha di berbagai sektor.
Realisasi Investasi KEK 2026 Baru Capai 67 Persen dari Target
Khusus periode Januari hingga September 2026, realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus tercatat mencapai Rp46 triliun.
Nilai tersebut setara dengan sekitar 67 persen dari target investasi KEK sepanjang 2026 yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp69,1 triliun.
Dengan realisasi investasi Rp46 triliun hingga September 2026, masih terdapat selisih sekitar Rp23,1 triliun untuk mencapai target investasi tahun ini.
Pemerintah perlu mendorong tambahan investasi pada sisa periode 2026 agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Airlangga menekankan pentingnya pengembangan kawasan ekonomi khusus dan peningkatan efisiensi investasi untuk memperbesar kontribusi KEK terhadap perekonomian nasional.
Pengembangan KEK diharapkan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan investasi, memperluas lapangan pekerjaan, dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
- Penulis :
- Arian Mesa




