HOME  ⁄  Ekonomi

Ribuan Penerbangan Terdampak Kabut Asap Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal dan Status Penerbangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ribuan Penerbangan Terdampak Kabut Asap Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal dan Status Penerbangan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pesawat Batik Air di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau seluruh calon penumpang pesawat untuk rutin memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara menyusul meluasnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan data hingga 21 Oktober 2026, sebanyak 2.775 penerbangan domestik terdampak kabut asap karhutla sejak 11 Agustus 2026, dengan gangguan berupa keterlambatan, pembatalan, pengalihan rute, hingga perubahan jadwal keberangkatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengatakan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi gangguan jarak pandang akibat asap kebakaran.

"Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus mengawasi operasional penerbangan di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah Indonesia," kata Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Kemenhub menegaskan penerbangan tidak akan dipaksakan beroperasi apabila jarak pandang di sekitar bandar udara belum memenuhi persyaratan keselamatan.

Sebanyak 2.775 Penerbangan Domestik Terdampak Karhutla Sejak Agustus 2026

Kementerian Perhubungan mencatat jumlah penerbangan domestik yang terdampak karhutla terus bertambah seiring meluasnya kabut asap ke berbagai daerah.

Hingga 21 Oktober 2026, sebanyak 2.775 penerbangan berjadwal dalam negeri mengalami gangguan operasional.

Jumlah tersebut meningkat 171 penerbangan dibandingkan data sebelumnya yang tercatat pada 19 Oktober 2026.

Dari total penerbangan terdampak, sebanyak 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan atau delay.

Sementara itu, sebanyak 1.544 penerbangan dibatalkan atau ditunda akibat kondisi operasional yang tidak memungkinkan.

Sebanyak 25 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain atau divert, sedangkan enam penerbangan harus kembali ke bandar udara keberangkatan melalui prosedur return to base (RTB).

Selain itu, terdapat 30 penerbangan yang mengalami perubahan jadwal menjadi lebih awal atau advance.

Lukman menegaskan seluruh penyesuaian tersebut dilakukan untuk menghindari risiko keselamatan akibat terbatasnya jarak pandang.

“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” ujarnya.

Kabut asap diketahui dapat mengganggu proses lepas landas, pendaratan, hingga pergerakan pesawat di area bandar udara.

Kabut Asap Karhutla Meluas ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua

Dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap penerbangan kini menjangkau sejumlah wilayah Indonesia.

Selain Sumatera dan Kalimantan, gangguan kabut asap juga dilaporkan terjadi di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, hingga Nusa Tenggara Timur.

Kemenhub mencatat sejumlah bandar udara yang terdampak penurunan jarak pandang akibat asap kebakaran.

Bandar udara tersebut meliputi Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, serta Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu.

Gangguan serupa juga terjadi di Bandara Sultan Babullah Ternate, Pattimura Ambon, Mozes Kilangin Timika, dan Rendani Manokwari.

Sementara itu, Bandara H Hasan Aroeboesman di Ende, Sultan Thaha di Jambi, serta Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang juga masuk dalam daftar bandar udara terdampak.

Kondisi asap yang mengurangi jarak pandang membuat pengelola bandar udara dan maskapai harus melakukan penyesuaian operasional sesuai standar keselamatan.

Sebanyak 14 Penerbangan Internasional Dibatalkan Akibat Asap Karhutla

Gangguan kabut asap tidak hanya memengaruhi penerbangan domestik, tetapi juga berdampak pada sejumlah rute internasional.

Kemenhub mencatat sebanyak 14 penerbangan internasional mengalami pembatalan akibat kondisi asap di sekitar bandar udara.

Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan pada periode 12–23 September 2026.

Pembatalan tersebut terjadi akibat gangguan kabut asap di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Sementara itu, dua penerbangan rute Singapura-Palembang pulang pergi juga dibatalkan pada 15 Oktober 2026.

Gangguan pada rute tersebut disebabkan kondisi asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan.

Di luar dampak karhutla, Kemenhub juga mencatat 26 penerbangan domestik dibatalkan akibat faktor lain.

Penyebabnya meliputi abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta gangguan teknis dan perawatan pesawat.

Kemenhub Siagakan Prosedur Jarak Pandang Rendah di Bandara Terdampak

Kementerian Perhubungan meminta seluruh pengelola bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi gangguan operasional akibat kabut asap.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah Low Visibility Procedures (LVP), yakni prosedur operasional penerbangan ketika jarak pandang berada pada kondisi rendah.

Penerapan prosedur tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, otoritas penerbangan menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) yang berisi informasi penting terkait kondisi operasional penerbangan.

Kemenhub juga meminta pengelola bandar udara meningkatkan kesiagaan petugas di sisi udara serta mengoptimalkan pelayanan kepada penumpang.

Langkah pelayanan tersebut meliputi penyampaian informasi jadwal penerbangan secara berkala dan penyediaan masker bagi pengguna jasa.

Melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, serta instansi terkait.

Operasi Pemadaman Karhutla dari Udara Capai 5.320 Siklus Penerbangan

Selain mengawasi operasional penerbangan komersial, Kemenhub turut mendukung kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui operasi udara.

Hingga 20 Oktober 2026, operasi penyiraman air dari udara atau water bombing telah mencapai 5.320 siklus penerbangan.

Kegiatan tersebut melibatkan 39 pesawat udara yang berasal dari 11 operator.

Bandar udara di wilayah terdampak turut mendukung operasi pemadaman dengan menyediakan area parkir bagi pesawat dan helikopter.

Pengelola bandar udara juga memberikan prioritas slot penerbangan bagi armada yang menjalankan operasi penanganan karhutla.

Dukungan lainnya mencakup penyediaan posko pemantauan kebakaran, pendataan sumber air, serta memastikan ketersediaan bahan bakar untuk kebutuhan operasional.

Sebanyak 40 Penerbangan Dibatalkan pada 22–25 Oktober, Penumpang Diminta Hubungi Maskapai

Sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kabut asap, sejumlah maskapai telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026.

Pembatalan tersebut antara lain mencakup penerbangan dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, serta Singkawang.

Kemenhub mengimbau penumpang yang memiliki jadwal perjalanan pada rute terdampak segera menghubungi maskapai masing-masing.

Penumpang dapat meminta informasi mengenai perubahan jadwal penerbangan atau reschedule maupun pengembalian biaya tiket atau refund sesuai ketentuan yang berlaku.

Lukman meminta seluruh pihak meningkatkan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga selama gangguan kabut asap berlangsung.

“Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal,” ujar Lukman.

Kemenhub juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi penerbangan yang belum terverifikasi.

Jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca serta jarak pandang di sekitar bandar udara.

"Karena itu, penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara," kata Lukman.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026