
Pantau - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti menilai revitalisasi Kampung Mrican di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi contoh penanganan kawasan kumuh yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Diana menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di sela-sela World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan penataan permukiman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat serta kreativitas dalam mengembangkan potensi kawasan.
"Dari sini kita lihat bahwa kita harus kolaborasi dan harus ada kreativitas (creativity), sehingga bisa mewujudkan suatu kampung, suatu penanganan kawasan yang tadinya kumuh akan menjadi suatu kampung yang sangat bermanfaat dan ada nilai tambahnya," ujar Diana.
Kampung Mrican Berubah dari Kawasan Kumuh Menjadi Permukiman Tertata
Diana menjelaskan bahwa Kampung Mrican sebelumnya merupakan kawasan permukiman padat yang menghadapi persoalan lingkungan dan infrastruktur.
Penanganan kawasan dilakukan dengan melibatkan warga untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menentukan prioritas pembangunan.
Pemerintah kemudian memberikan arahan mengenai penataan jalan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penyediaan sarana air.
"Jadi kita menanyakan kepada masyarakat yang ada di sana kebutuhannya apa, apa yang diinginkan. Kami juga memberikan guidance kira-kira suatu perkampungan itu harusnya seperti apa. Maka di situ akan muncul jalannya dibenahi, sampahnya mesti harus ada tempat pengolahannya, airnya juga mesti harus ada," katanya.
Hasil revitalisasi tersebut terlihat dari penataan kawasan sungai, perbaikan jalan lingkungan, serta tersedianya tempat pengolahan sampah terpadu.
Diana menilai perubahan tersebut membuat lingkungan permukiman menjadi lebih tertata dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
Revitalisasi Dorong Aktivitas Ekonomi dan Kreativitas Warga
Selain memperbaiki infrastruktur, revitalisasi Kampung Mrican dinilai turut membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.
Diana menyoroti keterlibatan perempuan dalam menghasilkan produk kreatif yang dapat dipasarkan.
Menurutnya, aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat menjadi salah satu potensi nilai tambah dari penataan kawasan.
"Masyarakat yang perempuannya pun juga sudah bisa menghasilkan, kreativitasnya di sana ada hasil-hasil yang bisa dijual. Kemudian perdagangan jelas, saya yakin di sana ada ekonomi juga, dan pendidikannya pun saya pikir juga sudah ada juga untuk yang sekolah-sekolah di sana lebih banyak menghasilkan yang terbaik untuk penanganan kawasan kumuh yang ada di Kampung Mrican ini," kata Diana.
Ia menilai pembangunan kawasan permukiman perlu memperhatikan kebutuhan sosial dan ekonomi warga, bukan hanya kondisi fisik bangunan.
AHY Apresiasi Penataan Terpadu Kawasan Seluas Lima Hektare
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mengapresiasi penataan Kampung Mrican di Condongcatur, Kabupaten Sleman.
AHY menilai transformasi kawasan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas permukiman.
Penataan Kampung Mrican dilakukan pada kawasan seluas kurang lebih lima hektare melalui pendekatan 3M, yakni mundur, munggah atau naik, dan madhep kali atau menghadap sungai.
Konsep tersebut diterapkan dengan mengubah orientasi rumah warga yang sebelumnya membelakangi sungai menjadi menghadap aliran air.
Penataan ini menghasilkan kawasan tepi sungai yang lebih terbuka sekaligus memperbaiki hubungan antara permukiman dan lingkungan sekitarnya.
Konsep Rumah Menghadap Sungai Dinilai Kurangi Risiko Banjir
AHY menilai pendekatan penataan rumah menghadap sungai memberikan manfaat bagi kualitas lingkungan dan kenyamanan warga.
Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya meningkatkan tampilan kawasan, tetapi juga memperbaiki sirkulasi udara dan menghadirkan ruang terbuka.
Penataan lingkungan di sekitar sungai juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko banjir.
AHY menyoroti pentingnya penyediaan ruang yang lebih sehat dan nyaman, terutama bagi anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut.
Revitalisasi Kampung Mrican menjadi salah satu contoh penanganan kawasan kumuh yang menggabungkan perbaikan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




