
Pantau - Pengembangan ekonomi kreatif, penyelenggaraan acara internasional, dan penguatan kolaborasi badan usaha milik daerah (BUMD) dinilai menjadi strategi penting bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan memperkuat posisi ibu kota sebagai kota global.
Pemerhati Kebijakan Kota Jakarta Zulfikar Marikar mengatakan transformasi Jakarta membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, kegiatan olahraga, konser, pariwisata perkotaan, dan industri kreatif dapat mendorong perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Ekonomi Kreatif Jadi Strategi Jakarta Menuju Kota Global
Zulfikar mengatakan Jakarta memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui diversifikasi sektor usaha.
Transformasi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan strategi pembangunan ekonomi yang tidak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah daerah.
Keterlibatan sektor swasta, pelaku usaha kreatif, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas peluang pertumbuhan.
" Dengan struktur ekonomi yang ditopang sektor perdagangan, keuangan, konstruksi, dan jasa, Jakarta memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan sumber pertumbuhan baru," kata Zulfikar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Zulfikar menilai industri kreatif, pariwisata perkotaan, ekonomi digital, serta penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dan internasional dapat memperkuat rantai pasok lokal.
Pengembangan sektor tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan pada bidang transportasi, perhotelan, perdagangan, kuliner, dan jasa pendukung.
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen pada Triwulan II 2026
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi modal bagi Jakarta untuk mempertahankan perannya sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi nasional.
Meski demikian, pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2026 ditetapkan sekitar Rp81,32 triliun.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp91,86 triliun.
Perbedaan anggaran tersebut menjadi salah satu alasan perlunya penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan berbagai pelaku ekonomi.
Zulfikar menilai pengembangan sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjaga pertumbuhan tanpa hanya mengandalkan belanja pemerintah.
Jakarta International Marathon Hasilkan Dampak Ekonomi Rp255 Miliar
Salah satu kegiatan yang dinilai memberikan kontribusi terhadap perekonomian Jakarta adalah Jakarta International Marathon (JAKIM).
Ajang olahraga tersebut dilaporkan menghasilkan dampak ekonomi lebih dari Rp255 miliar.
Perputaran ekonomi berasal dari aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan berbagai layanan pendukung lainnya.
Menurut Zulfikar, kegiatan berskala besar memiliki manfaat yang melampaui promosi destinasi karena juga mendorong transaksi ekonomi masyarakat.
"Penyelenggaraan kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan promosi kota dengan aktivitas ekonomi nyata," ujar Zulfikar.
Ia menilai kegiatan internasional dapat menjadi sarana untuk memperkuat citra Jakarta sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Jakarta Running Festival dan Konser Ye Live Diperkirakan Putar Rp625 Miliar
Selain JAKIM, penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser Ye Live juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi besar.
Kedua kegiatan tersebut diproyeksikan menghasilkan total perputaran ekonomi sekitar Rp625 miliar.
Jakarta Running Festival 2026 diperkirakan menyumbang Rp175 miliar melalui keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta merek lokal.
Sementara itu, konser Ye Live diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp450 miliar.
Besarnya nilai ekonomi tersebut menunjukkan potensi kegiatan olahraga dan hiburan sebagai penggerak aktivitas usaha di Jakarta.
Sektor yang dapat memperoleh manfaat mencakup akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, perdagangan, serta jasa penyelenggaraan acara.
Kolaborasi BUMD dan Dunia Usaha Didorong Perkuat Daya Saing Jakarta
Zulfikar menilai penguatan kolaborasi BUMD dengan pelaku usaha dan masyarakat dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi Jakarta.
Kerja sama tersebut diperlukan untuk mendukung pengembangan kegiatan ekonomi kreatif, pariwisata perkotaan, dan penyelenggaraan acara berskala besar.
Menurutnya, Jakarta perlu terus mencari sumber pertumbuhan baru di luar sektor-sektor ekonomi yang selama ini menjadi penopang utama.
Penyelenggaraan kegiatan internasional juga dinilai dapat mempertemukan kebutuhan promosi kota dengan peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Melalui pengembangan ekonomi kreatif dan kolaborasi berbagai pihak, Jakarta diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan daya saingnya di tingkat regional dan internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan
