HOME  ⁄  Ekonomi

Kredit Perbankan Jawa Timur Tembus Rp645 Triliun, OJK Catat Pertumbuhan 4,73 Persen hingga Agustus 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kredit Perbankan Jawa Timur Tembus Rp645 Triliun, OJK Catat Pertumbuhan 4,73 Persen hingga Agustus 2026
Foto: Foto arsip -Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur Horas V.M. Tarihoran (sumber: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur mencatat penyaluran kredit perbankan di wilayah tersebut mencapai Rp645 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 4,73 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan kinerja perekonomian Jawa Timur yang mampu tumbuh di atas rata-rata nasional serta diharapkan memperkuat pembiayaan sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran, mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah memberikan dampak positif terhadap kinerja industri perbankan, khususnya dalam penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha.

"Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jatim yang di atas rata-rata nasional, berdampak pada kinerja perbankan," kata Horas dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu.

Dana Pihak Ketiga Perbankan Jawa Timur Capai Rp866 Triliun

Selain mencatat pertumbuhan penyaluran kredit, industri perbankan Jawa Timur juga menunjukkan kemampuan menghimpun dana masyarakat melalui Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp866 triliun hingga Agustus 2026.

Besarnya penghimpunan DPK tersebut menjadi modal penting bagi industri perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi, yakni menyalurkan kembali dana masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan.

Penyaluran pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, termasuk memberikan akses permodalan kepada pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan dana untuk mengembangkan usaha.

Dalam pembiayaan sektor UMKM, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan posisi kredit UMKM terbesar secara nasional, disusul Jawa Tengah.

Sementara itu, untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jawa Timur menempati peringkat kedua secara nasional setelah Jawa Tengah.

Posisi tersebut menunjukkan besarnya peran industri perbankan Jawa Timur dalam menyediakan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Akses permodalan melalui kredit perbankan diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pemasaran, serta menjaga keberlangsungan aktivitas usaha.

Pertumbuhan pembiayaan sektor produktif juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan aktivitas perekonomian daerah secara berkelanjutan.

OJK Awasi Kredit Bermasalah, NPL Bruto Tercatat 3,80 Persen

Di tengah pertumbuhan penyaluran kredit, OJK Jawa Timur tetap memberikan perhatian terhadap kualitas pembiayaan yang disalurkan industri perbankan.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan kredit tetap memperhatikan pengelolaan risiko, terutama potensi peningkatan kredit bermasalah yang dapat memengaruhi stabilitas industri perbankan.

Berdasarkan data hingga Agustus 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) neto perbankan Jawa Timur tercatat sebesar 1,67 persen.

Sementara itu, rasio NPL bruto perbankan Jawa Timur berada pada level 3,80 persen dalam periode yang sama.

Perkembangan kedua indikator tersebut menjadi perhatian OJK dalam memantau kualitas penyaluran kredit sekaligus mengukur ketahanan industri perbankan di Jawa Timur.

OJK berupaya memastikan pertumbuhan pembiayaan tetap berjalan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko agar fungsi intermediasi perbankan terus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

OJK Optimistis Industri Jasa Keuangan Jawa Timur Tetap Tumbuh Positif

Horas menyampaikan optimisme terhadap prospek industri jasa keuangan Jawa Timur yang dinilai masih mampu mempertahankan pertumbuhan positif di tengah berbagai dinamika perekonomian.

"OJK Jatim masih optimistis kinerja sektor jasa keuangan di Jatim masih tumbuh positif dan resilien," kata Horas.

Optimisme tersebut disampaikan seiring pertumbuhan penyaluran kredit perbankan sebesar 4,73 persen secara tahunan serta kemampuan industri perbankan menghimpun dana masyarakat dalam jumlah besar.

Dengan penyaluran kredit mencapai Rp645 triliun dan DPK sebesar Rp866 triliun, perbankan Jawa Timur diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung pembiayaan sektor produktif.

Posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan kredit UMKM terbesar secara nasional juga diharapkan dapat mendorong perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

OJK Jawa Timur tetap menaruh perhatian pada keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas pembiayaan guna menjaga ketahanan industri perbankan serta keberlanjutan aktivitas ekonomi daerah.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026