
Pantau - Eritrea, negara di Afrika yang tertutup, semakin sulit dijangkau oleh pelancong asing. Kebijakan negara ini mirip dengan Korea Utara, dengan kontrol ketat terhadap pengunjung dan hampir tidak ada akses internet.
"Tidak ada internet di negara ini, kecuali di tempat-tempat tertentu seperti Kuba," kata Joe Hattab dalam video unggahnya di facebook seperti dilihat Pantau.com, Sabtu (8/3/2025).
Joe Hattab yang merupakan seorang pelancong berbagi pengalamannya ini melalui media sosial dan menjelaskan bahwa di Eritrea, kebiasaan umum adalah berbincang langsung antarwarga, tanpa gangguan ponsel.
"Warga di sini saling ngobrol satu sama lain, tidak ada yang sibuk dengan HP-nya," ungkapnya.
Selain itu kata Joe Hattab, turis yang ingin menyewa pemandu wisata harus meminta bantuan staf hotel untuk menghubungi mereka melalui telepon, karena tidak ada internet.
"Staf hotel yang membantu menelpon pemandu wisata karena tidak ada akses internet," tambah Hattab.
Baca juga: Taman Nasional Zhangjiajie: Keajaiban Alam Tiongkok yang Menginspirasi Film Avatar
Dikutip dari dari laman Britannica, Eritrea terletak di pesisir Laut Merah, dengan ibu kota Asmara sebagai kota terbesar. Negara ini berbatasan dengan Sudan di barat, Ethiopia di selatan, dan Djibouti di tenggara.
Setelah memperoleh kemerdekaan pada 1993 setelah perang panjang, Eritrea berhasil mengatasi perbedaan etnis dan agama untuk membangun negara yang lebih kuat, meskipun masih menghadapi tantangan besar.
Meski kecil, negara ini memiliki sejarah dan budaya yang kaya, yang turut membentuk identitasnya hingga kini. Berikut enam fakta menarik tentang negara Eritrea yang sudah dirangkum.
1. Negara yang Terletak di Seberang Laut Merah
Laut Merah menjadi jalur penting untuk penyiar agama Kristen dan Islam menuju Eritrea, serta rute perdagangan emas, kopi, dan budak. Pelabuhan-pelabuhan Eritrea menjadi rebutan Turki, Mesir, dan Italia sejak abad ke-20.
2. Eritrea sebagai Bekas Koloni Italia
Eritrea pernah menjadi koloni Italia pada abad ke-19. Bangunan khas Italia masih dapat ditemukan di ibu kotanya, Asmara, yang memamerkan jejak penjajahan lebih dari enam dekade.
Baca juga: Menjelajahi Keindahan Taman Nasional Danau Plitvice, Kroasia
3. Keragaman Etnis di Eritrea
Eritrea dihuni oleh sembilan kelompok etnis dengan lebih dari satu bahasa. Mayoritas penduduk berbicara Tigrinya dan Tigre, namun juga ada kelompok Afroasiatik dan Nilotic yang memperkaya keberagaman budaya.
4. Bahasa yang Digunakan
Eritrea memiliki sembilan bahasa nasional, dengan Tigrinya, Arab, dan Inggris sebagai bahasa kerja. Bahasa Italia, meski tidak resmi, masih digunakan oleh sebagian orang, terutama di kalangan penguasanya.
5. Destinasi Wisata yang Menarik
Asmara, ibu kota Eritrea, menyimpan banyak tempat menarik seperti Asmara Catholic Cathedral dan Great Mosque of Asmara, keduanya mencerminkan sejarah kolonial Italia dan keberagaman agama di negara tersebut.
6. Kuliner Khas Eritrea
Eritrea memiliki hidangan unik seperti zigni, kulwa, dan hamli. Zigni adalah hidangan pedas yang terbuat dari daging sapi dan rempah-rempah, sering disajikan dengan roti pipih injera. Sementara kulwa adalah hidangan daging domba atau sapi yang digoreng dengan bumbu khas.
- Penulis :
- Sofian Faiq
- Editor :
- Sofian Faiq




