
Pantau - Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 menghadirkan beragam kuliner tradisional dari Yogyakarta, Solo, Semarang atau Joglosemar serta Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem wisata gastronomi Indonesia yang berkelanjutan.
"Bagi kami, inilah salah satu wajah penting gastronomi, ketika kekayaan lokal tidak berhenti sebagai potensi, tetapi masuk ke pasar, tumbuh menjadi usaha, menciptakan nilai tambah, dan menjadi bagian dari industri pariwisata," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Widiyanti mengatakan kehadiran berbagai produk dari Joglosemar dan Jakarta dalam WIG Artisan Market 2026 di DI Yogyakarta mencerminkan besarnya kekayaan gastronomi Indonesia.
Pemanfaatan bahan baku lokal yang dipadukan dengan inovasi dan kreativitas dinilai mampu memberikan daya tarik sekaligus nilai tambah bagi produk kuliner.
Sebanyak 21 pelaku usaha yang mengikuti kegiatan tersebut juga memanfaatkan potensi lokal dengan menerapkan prinsip keberlanjutan dalam proses pengolahan produk.
Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Lebih Luas
Widiyanti mencontohkan Mazaraat Artisan Cheese yang memproduksi keju organik dengan memaksimalkan penggunaan susu dari peternak lokal.
Pemanfaatan susu tersebut tidak hanya menghasilkan produk keju, tetapi juga membantu peternak bertransisi menuju praktik peternakan organik.
Produk Mazaraat Artisan Cheese telah menjangkau pasar domestik melalui distribusi ke berbagai daerah, hotel, dan restoran serta berhasil menembus pasar luar negeri.
"Narasi-narasi di balik keberadaan sebuah produk kuliner inilah yang ingin terus kita angkat dan menjadikannya sebagai daya tarik yang akan memberikan pengalaman autentik dan berkualitas bagi wisatawan," kata Widiyanti.
WIG Artisan Market 2026 menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata membangun ekosistem gastronomi Indonesia yang berkelanjutan.
WIG Artisan Market Hadirkan 13 Kolaborator
WIG Artisan Market 2026 berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, dengan menampilkan berbagai produk gastronomi berbahan baku lokal.
Produk yang ditawarkan meliputi beras dengan aroma khas, rempah pilihan, madu murni, gula kelapa organik, tempe berkualitas tinggi, kue kering artisanal, hingga minuman fermentasi seperti kombucha dan soda artisan.
Kegiatan tersebut juga melibatkan 13 kolaborator yang menghadirkan berbagai lokakarya, sesi diskusi, serta demonstrasi memasak secara langsung bagi pengunjung.
Kementerian Pariwisata berharap kekayaan kuliner lokal tidak hanya menjadi potensi, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang menciptakan nilai tambah dan memperkuat industri pariwisata Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka




