Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Afghanistan dan Pakistan Sepakati Gencatan Senjata Jelang Idul Fitri

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Afghanistan dan Pakistan Sepakati Gencatan Senjata Jelang Idul Fitri
Foto: (Sumber : Kerusakan parah terlihat akibat dugaan serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan pada 13 Maret 2026. Para pejabat mengatakan serangan itu juga menghantam sejumlah daerah lainnya di Provinsi Kandahar, Paktia, dan Pakitika. ANTARA/Hamid Sabawoon/Anadolu/pri..)

Pantau - Afghanistan dan Pakistan sepakat melakukan gencatan senjata sementara mulai Rabu 18 Maret 2026 malam untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Kesepakatan ini diumumkan oleh kedua negara yang sebelumnya terlibat konflik bersenjata di kawasan perbatasan.

Pengumuman Resmi Kedua Negara

Juru bicara pemerintah Afghanistan Zabiullah Mujahid menyampaikan penghentian sementara operasi militer sebagai bagian dari momentum Idul Fitri.

"Pasukan keamanan dan pertahanan Emirat Islam Afghanistan dengan ini mengumumkan penangguhan sementara 'Operasi Pertahanan (Rad-ul Zulm)' menjelang hari raya Idul Fitri," ungkapnya.

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar juga mengonfirmasi bahwa negaranya akan menghentikan serangan terhadap Afghanistan.

"Pakistan menawarkan isyarat ini dengan itikad baik dan sesuai dengan norma-norma Islam. Namun, jika terjadi serangan lintas batas, serangan drone, atau insiden teroris apa pun di dalam Pakistan, 'Operasi Ghazab-lil-Haq' akan segera dilanjutkan dengan intensitas yang diperbarui," katanya.

Peran Mediator dan Potensi Risiko

Kedua negara menyatakan keputusan gencatan senjata diambil sebagai respons atas permintaan mediator internasional.

Mediator tersebut berasal dari Arab Saudi, Turki, dan Qatar yang mendorong upaya meredakan konflik.

Pemerintah Afghanistan juga menyampaikan apresiasi atas peran para mediator dalam mendorong tercapainya kesepakatan tersebut.

Namun Afghanistan menegaskan akan tetap merespons tegas jika terdapat ancaman selama masa gencatan senjata berlangsung.

Kesepakatan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan Asia Selatan setidaknya selama periode perayaan Idul Fitri.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti