HOME  ⁄  Geopolitik

Menhan Pakistan Sebut Israel “Kutukan bagi Kemanusiaan” di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menhan Pakistan Sebut Israel “Kutukan bagi Kemanusiaan” di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Tim darurat bekerja di lokasi kejadian di mana asap mengepul dari lokasi yang menjadi sasaran setelah serangan serentak Israel di seluruh Lebanon, di Beirut pada 8 April 2026. (ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.).)

Pantau - Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut Israel sebagai “kutukan bagi kemanusiaan” di tengah meningkatnya eskalasi konflik dan serangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan terkait berlanjutnya operasi militer Israel meskipun upaya diplomasi dan perundingan perdamaian tengah dilakukan.

Ia mengungkapkan, "Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon."

Kritik dan Eskalasi Serangan

Asif menilai tindakan militer Israel terus berlanjut dan menyebabkan korban sipil di sejumlah wilayah seperti Gaza, Iran, dan Lebanon.

Ia menegaskan, "Pertumpahan darah tak kunjung berhenti,"

Asif juga mengkritik pihak-pihak yang mendukung berdirinya Israel di tanah Palestina.

Ia menyatakan, "terbakar di neraka"

Pernyataan keras tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan Israel di Lebanon sejak 8 April 2026.

Eskalasi terjadi meskipun sebelumnya terdapat gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.

Dampak Kemanusiaan dan Perbedaan Sikap

Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Pemerintah Islamabad dan Teheran menilai kesepakatan itu juga mencakup wilayah Lebanon.

Namun, pihak Washington dan Tel Aviv menolak anggapan tersebut.

Otoritas pertahanan sipil Lebanon mencatat sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka akibat serangan terbaru.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan sejak 2 Maret 2026 terdapat 1.888 korban tewas dan 6.092 orang cedera.

Situasi ini menunjukkan ketegangan di Timur Tengah masih tinggi meskipun berbagai upaya diplomasi terus dilakukan.

Konflik yang berlanjut menimbulkan dampak kemanusiaan besar bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Penulis :
Ahmad Yusuf