HOME  ⁄  Geopolitik

IMO Catat 29 Serangan Kapal Sipil di Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak Konflik Memanas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IMO Catat 29 Serangan Kapal Sipil di Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak Konflik Memanas
Foto: (Sumber : Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez dalam konferensi pers yang diadakan di markas besar IMO di London, Inggris pada Jumat (23/1/2026). /Xinhua/HO-IMO..)

Pantau - Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat sebanyak 29 serangan terhadap kapal sipil di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz sejak konflik di sekitar Iran meningkat.

IMO menyebut seluruh serangan tersebut telah diverifikasi sejak awal eskalasi konflik yang melibatkan kawasan Timur Tengah.

“Sebanyak 29 serangan terhadap kapal di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz telah diverifikasi oleh IMO sejak awal konflik,” demikian pernyataan resmi IMO.

Ribuan Pelaut Terjebak dan Terancam Krisis Logistik

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengungkapkan kondisi para pelaut yang terjebak di kawasan tersebut semakin mengkhawatirkan.

Ia menyebut pasokan penting seperti air, makanan, dan bahan bakar di sejumlah kapal berpotensi segera menipis.

“IMO bekerja sama dengan negara-negara anggota dan mitra dalam menyusun rencana evakuasi bagi awak kapal, yang siap dilaksanakan ketika situasi memungkinkan,” ungkapnya.

IMO juga tengah menyusun daftar kapal terdampak serta menentukan prioritas evakuasi berdasarkan kebutuhan kemanusiaan.

Saat ini, sekitar 20.000 pelaut di lebih dari 1.600 kapal dilaporkan masih terjebak di kawasan Teluk.

Konflik Iran Picu Ketegangan Maritim Global

Sebelumnya, pada awal April tercatat 21 serangan yang menewaskan 10 orang, namun hingga kini belum ada laporan tambahan korban jiwa.

Ketegangan bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari yang menimbulkan lebih dari 3.000 korban jiwa.

Meski gencatan senjata sempat diumumkan pada 8 April, situasi belum sepenuhnya stabil dan Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Kondisi ini berdampak langsung pada jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan salah satu rute energi utama dunia.

Penulis :
Aditya Yohan