
Pantau - Perusahaan Jerman Industriekraftwerk Greifswald GmbH memutuskan membongkar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Mecklenburg-Vorpommern untuk dipindahkan ke Ukraina setelah dinilai tidak lagi layak beroperasi secara ekonomi.
Kronologi Penutupan dan Pemindahan
Keputusan ini dikonfirmasi oleh operator Securing Energy for Europe (SEFE) setelah pasokan gas Rusia melalui pipa Nord Stream dihentikan pada 2022 sehingga operasional pembangkit terganggu.
Juru bicara perusahaan Christoph Gottstein mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat kelanjutan operasional tidak menguntungkan dan akhirnya fasilitas ditutup pada 2023.
Ia mengungkapkan, "kelanjutan operasional fasilitas itu menjadi tidak layak secara ekonomi."
Proses pembongkaran yang semula dijadwalkan selesai pada akhir 2026 dipercepat setelah tidak ditemukan pembeli dan tingginya biaya pembongkaran serta pembuangan.
Kritik dan Dampak Geopolitik
Wali Kota Lubmin Axel Vogt menyebut pemindahan ke Kiev menjadi solusi atas kebuntuan pemanfaatan aset tersebut.
Namun, keputusan ini menuai kritik dari Sahra Wagenknecht dari partai Sahra Wagenknecht Alliance – Reason and Justice (BSW).
Ia menuliskan di platform X, "Pertama Ukraina merusak pasokan energi kita, dan sekarang kita juga menyerahkan pembangkit listrik? Kebijakan yang tidak berpihak pada negara sendiri."
Ledakan pipa Nord Stream pada September 2022 yang diduga sebagai sabotase turut menjadi latar belakang krisis energi yang memicu penutupan PLTU tersebut.
Kejaksaan Agung Rusia telah membuka penyelidikan atas insiden itu dengan dugaan terorisme internasional, sementara Kremlin menyatakan belum menerima data dari negara-negara yang melakukan investigasi.
Informasi tambahan menyebutkan proses relokasi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan





