
Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China pada pertengahan Mei 2026.
Pembicaraan yang berlangsung pada Kamis (30/4) itu menekankan pentingnya menjaga stabilitas hubungan bilateral di tengah dinamika global.
"Menlu Wang Yi menyatakan bahwa diplomasi kepala negara senantiasa menjadi 'penentu arah' dalam hubungan China-AS. Di bawah arahan strategis Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump, hubungan kedua negara secara keseluruhan tetap terjaga stabil," demikian keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China.
Wang Yi juga menegaskan bahwa kedua negara perlu menjaga stabilitas yang telah dicapai, memperluas kerja sama, serta mengelola perbedaan secara konstruktif.
Ia menyoroti isu Taiwan sebagai kepentingan inti China yang menjadi titik risiko utama dalam hubungan bilateral.
"AS seharusnya menepati komitmen, membuat pilihan tepat, membuka ruang baru bagi kerja sama kedua negara, serta memberikan kontribusi yang semestinya bagi perdamaian dunia," ungkap Wang Yi.
Presiden Donald Trump dijadwalkan mengunjungi China pada 14–15 Mei 2026, yang akan menjadi kunjungan pertamanya dalam sembilan tahun sejak terakhir kali datang pada 2017.
Marco Rubio menyatakan bahwa hubungan AS-China merupakan hubungan bilateral paling penting di dunia dan menekankan pentingnya komunikasi serta koordinasi.
"Kedua negara perlu menjaga komunikasi dan koordinasi, saling menghormati, serta menangani perbedaan secara tepat, guna mengakumulasi hasil bagi interaksi tingkat tinggi kedua negara dan mencari stabilitas strategis dalam hubungan AS-China," kata Rubio.
Kedua menteri luar negeri juga bertukar pandangan terkait situasi di Timur Tengah dan sejumlah isu global lainnya menjelang pertemuan tingkat tinggi kedua kepala negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





