
Pantau - Malaysia dan Thailand berkomitmen mempercepat pencapaian target perdagangan bilateral senilai 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp521,3 triliun pada 2027 dalam pertemuan bilateral di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dipimpin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada Jumat (8/5/2026) malam.
“Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan bilateral, termasuk mempercepat target perdagangan sebesar 30 miliar dolar AS pada 2027 serta memperluas konektivitas lintas batas demi manfaat masyarakat kedua negara,” kata Anwar Ibrahim dalam keterangannya.
Fokus Perkuat Konektivitas dan Stabilitas Kawasan
Dalam pertemuan itu, Malaysia juga menegaskan setiap perselisihan harus diselesaikan secara damai berdasarkan hukum internasional.
Anwar menekankan pentingnya menjaga persatuan ASEAN sebagai wadah untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah dinamika regional.
Menurut Anwar, Malaysia tetap berkomitmen mendukung diplomasi, dialog, dan prinsip saling menghormati demi kepentingan bersama negara-negara ASEAN.
Kerja Sama Perbatasan hingga Energi Diperkuat
Malaysia dan Thailand sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan kawasan perbatasan, jaringan kereta api dan logistik, keamanan energi, hingga mitigasi banjir.
Kedua negara juga akan memperkuat hubungan antar-masyarakat sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral jangka panjang.
“Kedekatan ini bukan sekadar melanjutkan warisan persahabatan yang telah lama terjalin, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan kawasan yang lebih damai, makmur, dan tangguh,” ujar Anwar.
Pertemuan bilateral tersebut berlangsung di sela agenda KTT ke-48 ASEAN yang digelar di Filipina dan dihadiri para pemimpin negara Asia Tenggara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





