
Pantau - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Jassim Al-Thani mendesak Amerika Serikat dan Iran menunjukkan sikap yang mencerminkan tanggung jawab dan kearifan dalam menyelesaikan konflik.
Seruan tersebut disampaikan dalam percakapan melalui telepon antara kedua pejabat tinggi tersebut pada Sabtu 9 Mei 2026.
Kedua pihak menekankan penyelesaian perselisihan harus sepenuhnya mengandalkan jalur diplomasi.
Mereka juga menegaskan pentingnya mendukung proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Berdasarkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir, kedua pejabat turut meninjau perkembangan jalur perundingan antara Washington dan Teheran.
Mesir dan Qatar menilai keberlanjutan keamanan serta stabilitas regional sangat bergantung pada pengutamaan solusi politik.
Mereka juga menekankan pentingnya menjaga sumber daya masyarakat di kawasan agar tidak terus terdampak konflik berkepanjangan.
Bentrokan di Selat Hormuz Kembali Memanas
Sebelumnya pada 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran.
Gencatan senjata kemudian tercapai pada 8 April 2026 dan dilanjutkan dengan putaran perundingan damai di Pakistan.
Namun perundingan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan damai.
Meski berbagai upaya diplomatik telah dilakukan, bentrokan kembali pecah di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
Bentrokan itu melibatkan serangan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal dan wilayah pesisir Iran serta serangan rudal dan drone Iran yang menyasar kapal perusak milik Amerika Serikat.
- Penulis :
- Gerry Eka





