HOME  ⁄  Geopolitik

Survei Ipsos Ungkap Mayoritas Warga Prancis Pesimistis terhadap Ekonomi Nasional dan Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Survei Ipsos Ungkap Mayoritas Warga Prancis Pesimistis terhadap Ekonomi Nasional dan Global
Foto: (Sumber: Ilustrasi bendera Prancis (ANTARA/foto-Anadolu/py).)

Pantau - Mayoritas warga Prancis pesimistis terhadap kondisi ekonomi nasional maupun global di tengah meningkatnya inflasi dan dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi dunia.

Survei Tunjukkan Tingkat Kekhawatiran Tinggi

Hasil jajak pendapat Ipsos dan sekolah teknik CESI untuk surat kabar Tribune Dimanche yang dirilis Minggu (10/5) menunjukkan sebanyak 91 persen warga Prancis memandang kondisi ekonomi nasional secara negatif.

Sementara itu, hanya 9 persen responden yang menyatakan optimistis terhadap masa depan ekonomi Prancis.

Untuk kondisi ekonomi global, sebanyak 88 persen responden mengaku pesimistis, sedangkan 12 persen lainnya masih memiliki pandangan positif.

Survei juga mencatat 69 persen warga Prancis merasa pesimistis terhadap kondisi keuangan pribadi mereka.

Sebanyak 84 persen responden memperkirakan daya beli masyarakat akan semakin memburuk dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, 83 persen responden menilai inflasi akan meningkat, sementara 82 persen khawatir terhadap kenaikan utang publik.

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Ekonomi

Kekhawatiran warga Prancis dinilai berkaitan dengan dampak konflik Timur Tengah yang memengaruhi harga energi global.

Survei Elabe sebelumnya juga menemukan 94 persen warga Prancis khawatir konflik di Timur Tengah akan mendorong kenaikan harga barang dan jasa.

Eskalasi konflik di kawasan tersebut disebut hampir menghentikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia.

Kondisi itu memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan terhadap ekonomi global.

Inflasi Prancis Naik pada April 2026

Badan statistik nasional Insee sebelumnya melaporkan inflasi konsumen tahunan di Prancis naik menjadi 2,2 persen pada April 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi Maret 2026 yang berada di level 1,7 persen.

Kenaikan itu menjadi tingkat inflasi tertinggi di Prancis sejak Juli 2024.

Survei Ipsos dilakukan terhadap 1.000 warga dewasa Prancis pada 5 hingga 6 Mei 2026 menggunakan metode kuota berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan wilayah.

Penulis :
Aditya Yohan