
Pantau - Uzbekistan resmi bergabung dengan Bank Pembangunan Baru BRICS atau New Development Bank (NDB) BRICS setelah Presiden Shavkat Mirziyoyev menandatangani undang-undang aksesi negara tersebut ke lembaga keuangan milik blok BRICS itu.
Dokumen penandatanganan tersebut dipublikasikan melalui situs basis data legislasi nasional Uzbekistan pada Jumat.
Dalam dokumen itu tertulis, "Bergabung dengan perjanjian mengenai Bank Pembangunan Baru (Fortaleza, 2 Juli 2014)."
Fortaleza merupakan nama perjanjian yang menjadi dasar pembentukan NDB BRICS.
Proses Aksesi Disetujui Parlemen dan Senat
Sebelum resmi bergabung, majelis rendah parlemen Uzbekistan telah mengadopsi undang-undang mengenai aksesi ke NDB pada April 2026.
Senat Uzbekistan kemudian menyetujui undang-undang tersebut pada 19 Mei 2026.
Majelis rendah parlemen Uzbekistan sebelumnya menyatakan bahwa keanggotaan di NDB akan memberikan aliran investasi alternatif dan preferensial bagi modernisasi ekonomi nasional.
Uzbekistan juga telah menjadi negara mitra BRICS sejak 1 Januari 2025.
Pada Juni 2025, biro pers Kantor Kepresidenan Ukraina melaporkan bahwa Dewan Gubernur NDB telah menyetujui prinsip bagi Uzbekistan untuk bergabung dengan bank pembangunan milik BRICS tersebut.
Pemerintah Siapkan Proyek Senilai Rp79,7 Triliun
Kementerian Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan menyebut pemerintah telah menyiapkan portofolio proyek senilai 4,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp79,7 triliun untuk diajukan ke NDB.
Proyek-proyek tersebut mencakup sektor transportasi, energi, konstruksi, dan industri.
Sebagian dana dari NDB diharapkan dapat digunakan untuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN di Uzbekistan.
- Penulis :
- Shila Glorya





