
Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik kemajuan signifikan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk wacana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Anwar mengatakan pihaknya menerima sinyal positif terkait perkembangan diplomasi di kawasan Asia Barat.
“Saya telah menerima sinyal-sinyal positif dari para pemimpin di Asia Barat bahwa perundingan menuju suatu kerangka perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, sedang berjalan ke arah yang progresif. Saya memandang perkembangan ini dengan optimisme yang tulus,” ungkap Anwar.
Malaysia juga mencatat adanya peran konstruktif sejumlah negara dalam memfasilitasi proses perundingan tersebut.
Negara-negara yang terlibat meliputi Bahrain, Mesir, Yordania, Oman, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, Malaysia turut menyambut baik keterlibatan langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam upaya penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Malaysia Dorong Kesepakatan Inklusif
Anwar berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mencapai kesimpulan perundingan yang berhasil.
“Kami berharap semua pihak dapat memanfaatkan peluang ini dan membawa perundingan tersebut menuju kesimpulan yang berhasil,” katanya.
Malaysia juga mendorong tercapainya perjanjian kerangka yang bersifat inklusif.
Menurut Malaysia, kesepakatan tersebut harus mampu memperkuat gencatan senjata yang sedang berlaku, menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, serta mengakomodasi kepentingan keamanan seluruh negara di kawasan.
Siap Dukung Perdamaian Asia Barat
Malaysia menegaskan kesiapan mendukung setiap upaya multilateral demi terciptanya perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di Asia Barat.
Perundingan terkait Selat Hormuz menjadi perhatian internasional karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran strategis bagi perdagangan dan distribusi energi dunia.
- Penulis :
- Gerry Eka





