HOME  ⁄  Geopolitik

Sembilan WNI Relawan Gaza yang Ditahan Israel Tiba di Indonesia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Sembilan WNI Relawan Gaza yang Ditahan Israel Tiba di Indonesia
Foto: (Sumber: Pewarta Foto Republika Toudy Badai Rifan Billah (kiri) bersama ibunya saat keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak berhasil memulangkan sembilan WNI yang sempat ditahan oleh militer Israel saat melakukan misi kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.)

Pantau - Sebanyak sembilan warga negara Indonesia yang sempat ditahan militer Israel telah kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu sore.

Kesembilan WNI tersebut merupakan relawan yang tergabung dalam pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza.

Mereka sebelumnya ditahan oleh otoritas Israel sebelum akhirnya dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui perwakilan Indonesia di luar negeri.

Dalam perjalanan pulang, para WNI diterbangkan menggunakan pesawat Emirates dari Istanbul menuju Dubai pada Sabtu pukul 19.35 waktu setempat.

Mereka kemudian melanjutkan penerbangan dari Dubai menuju Jakarta pada Minggu pukul 04.10 dan tiba di Indonesia pukul 15.30 WIB.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono hadir langsung dalam penjemputan kepulangan sembilan WNI tersebut di Bandara Soekarno-Hatta.

Sugiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan lembaga yang terlibat dalam proses pembebasan para relawan kemanusiaan tersebut.

“Pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan itu berada dalam kondisi selamat dan aman,” ungkap Sugiono.

Pemerintah Lakukan Negosiasi Pembebasan

Selama proses pembebasan, pemerintah Indonesia melakukan koordinasi dan negosiasi dengan sejumlah lembaga negara untuk memulangkan para WNI.

Menlu Sugiono juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, DPR RI, serta Pemerintah Turkiye, Yordania, dan Mesir yang membantu proses pembebasan dan pemulangan warga Indonesia tersebut.

Pemerintah Indonesia kembali mengecam tindakan militer Israel terhadap para aktivis kemanusiaan yang ditahan dalam misi bantuan ke Palestina.

Menurut Sugiono, tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

Seluruh relawan Global Sumud Flotilla dari berbagai negara sebelumnya telah dibebaskan dan dideportasi keluar dari wilayah Israel menuju Turkiye.

WNI Mengaku Mengalami Kekerasan Fisik

Setelah tiba di Istanbul, sembilan WNI menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan berupa testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turkiye.

Duta Besar Indonesia untuk Turkiye Achmad Rizal Purnama mengatakan pemeriksaan dilakukan sebelum para WNI diperbolehkan kembali ke Indonesia.

Dari pengakuan para WNI, mereka mengalami kekerasan fisik selama ditahan oleh militer Israel.

Para relawan mengaku dipukuli, ditendang, dan disetrum selama berada dalam penahanan.

Penulis :
Gerry Eka