HOME  ⁄  Geopolitik

Shalat Idul Adha di Masjid Ibrahimi Dibatasi, Pasukan Israel Tembakkan Granat Kejut ke Jamaah

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Shalat Idul Adha di Masjid Ibrahimi Dibatasi, Pasukan Israel Tembakkan Granat Kejut ke Jamaah
Foto: Suasana shalat di Masjid Al Aqsa. (sumber: ANTARA/Anadolu)

Pantau - Sejumlah kecil warga Palestina melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Ibrahimi, Hebron, di tengah pembatasan ketat yang dilakukan tentara Israel dengan penutupan gerbang dan pemeriksaan ketat terhadap jamaah pada hari raya tersebut.

Tentara Israel menutup gerbang masjid dan memeriksa jamaah di pintu masuk sehingga sejumlah warga Palestina terpaksa meninggalkan lokasi dan memilih shalat di masjid lain karena terlambat masuk.

Pasukan Israel juga menembakkan granat kejut di sekitar kawasan masjid yang memicu kepanikan di antara sekitar 300 jamaah yang hadir.

Gubernur Hebron Khaled Dudin mengatakan Idul Adha merupakan hari raya terbesar umat Muslim, namun pasukan Israel justru melakukan pembatasan terhadap jamaah di Masjid Ibrahimi.

“Pasukan Israel menutup gerbang Masjid Ibrahimi dan menembakkan granat kejut ke arah jamaah,” ungkap Dudin.

Ia menyebut jumlah jamaah yang hadir tidak mencapai 30 persen dari kapasitas normal akibat pembatasan yang diterapkan aparat Israel.

Dudin menggambarkan kondisi tersebut sebagai bentuk teror keagamaan di dalam masjid bersejarah tersebut.

“Kami mengajak warga Palestina tetap teguh dan terus hadir di Masjid Ibrahimi demi melindungi bangunan Islam bersejarah yang telah berusia lebih dari 4.000 tahun,” katanya.

Pembatasan di Masjid Ibrahimi

Masjid Ibrahimi berada di Kota Tua Hebron yang sepenuhnya berada di bawah kendali Israel.

Sekitar 400 warga Israel tinggal di kawasan tersebut dengan perlindungan sekitar 1.500 tentara Israel.

Pada 1994, Israel membagi area masjid menjadi 63 persen untuk warga Yahudi dan 37 persen untuk Muslim setelah peristiwa pembantaian oleh seorang pemukim Yahudi yang menewaskan 29 jamaah Palestina.

Sebelumnya, Masjid Ibrahimi dibuka sepenuhnya bagi umat Muslim pada hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha, namun aksesnya semakin dibatasi dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023, wilayah Tepi Barat mengalami peningkatan serangan oleh tentara Israel dan pemukim ilegal.

Berdasarkan data kantor media pemerintah Palestina, sekitar 1.200 warga Palestina tewas, lebih dari 12.600 orang terluka, dan sekitar 33.000 warga mengungsi di Tepi Barat.

Shalat Idul Adha di Betlehem

Di Kota Betlehem, warga Palestina juga melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Manger di tengah situasi keamanan yang memanas.

Mufti Betlehem Sheikh Abdul Majid Amarna mengatakan pesan Idul Adha tahun ini menunjukkan rakyat Palestina tidak dapat dicabut atau dikendalikan meski menghadapi tekanan dari musuh mereka.

“Rakyat Palestina telah melakukan banyak pengorbanan dan akan tetap teguh menghadapi kebijakan pembatasan dan pengepungan,” ujar Amarna.

Tahun ini warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza merayakan Idul Adha di tengah tekanan perang, blokade, dan eskalasi militer Israel.

Penulis :
Arian Mesa