
Pantau - Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan situasi hak asasi manusia atau HAM di Ukraina mengalami kemerosotan signifikan akibat pemerintahan Kiev yang disebut tidak sah dan berhaluan neo-Nazi.
Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam laporan terbaru mengenai kondisi HAM di Ukraina yang dirilis di Moskow, Kamis (28/5/2026).
Laporan itu memuat tuduhan pelanggaran HAM dan kebebasan warga negara yang disebut dilakukan oleh rezim Kiev selama konflik berlangsung.
“Informasi dalam laporan tersebut, dan yang setiap hari dipublikasikan di media dan internet, tentang pelanggaran HAM skala besar di negara tersebut kerap menunjukkan betapa seriusnya kemerosotan situasi HAM di Ukraina. Pertama dan terutama, dan sebagian besar, alasan utamanya adalah rezim neo-Nazi tidak sah yang berkuasa di Kiev,” kata kementerian tersebut.
Rusia juga menuding negara-negara Barat membenarkan tindakan pemerintah Ukraina dan terus mendorong terjadinya pelanggaran baru.
Rusia Tuding Barat Dukung Konflik Ukraina
Dalam laporan itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut pejabat pemerintah Ukraina lebih fokus pada potensi korupsi dari pendanaan Barat dibanding upaya penyelesaian konflik.
Rusia juga menuduh pemerintah Ukraina akan terus melanjutkan perang “sampai warga Ukraina terakhir”.
Pernyataan tersebut muncul di tengah berlanjutnya konflik Rusia dan Ukraina yang hingga kini masih memicu ketegangan geopolitik global.
Sejumlah negara Barat diketahui terus memberikan bantuan militer dan finansial kepada Ukraina sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022.
Konflik Rusia-Ukraina Terus Picu Ketegangan Global
Konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina turut memunculkan berbagai tuduhan pelanggaran HAM dari kedua belah pihak.
Sejumlah lembaga internasional sebelumnya juga telah menyerukan investigasi independen terkait dugaan pelanggaran HAM dan hukum humaniter selama perang berlangsung.
Laporan terbaru Rusia tersebut menambah daftar panjang saling tuding antara Moskow dan Kiev terkait kondisi HAM dan dampak konflik terhadap warga sipil.
- Penulis :
- Aditya Yohan





