HOME  ⁄  Geopolitik

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Otoritas Selat Hormuz Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Otoritas Selat Hormuz Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Foto: (Sumber : Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap otoritas khusus Iran yang mengendalikan pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Sanksi tersebut diumumkan Departemen Keuangan Amerika Serikat melalui Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri atau Office of Foreign Assets Control (OFAC), Rabu waktu setempat.

“Entitas berikut telah ditambahkan ke dalam daftar SDN (Specially Designated Nationals) OFAC: Persian Gulf Strait Authority,” demikian pernyataan Departemen Keuangan AS.

Langkah itu diambil setelah konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Ketegangan Picu Blokade Selat Hormuz

Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa terobosan.

Peningkatan ketegangan tersebut memicu blokade de facto di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia menuju pasar global.

Kondisi itu berdampak pada terganggunya ekspor dan produksi minyak dunia.

Akibat blokade tersebut, sejumlah negara mengalami kenaikan harga bahan bakar dan produk industri akibat terganggunya distribusi energi global.

Selat Hormuz Jadi Jalur Vital Dunia

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor energi dari kawasan Timur Tengah.

Sanksi terbaru AS terhadap otoritas Selat Hormuz Iran diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan.

Sebelumnya, Iran menegaskan tidak meminta konsesi apa pun dari Amerika Serikat dalam proses negosiasi yang berlangsung terkait konflik dan keamanan regional.

Penulis :
Ahmad Yusuf