
Pantau - Amerika Serikat dikabarkan telah mengawal sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam tiga pekan terakhir di tengah upaya meredakan ketegangan dengan Iran.
Laporan tersebut diungkap The New York Times dengan mengutip pejabat Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Meski demikian, sebelumnya CENTCOM membantah laporan mengenai dimulainya kembali pengawalan kapal di Selat Hormuz.
Menurut sumber yang dikutip media tersebut, tidak dijelaskan kapal mana yang mendapatkan pengawalan maupun rute pelayaran yang dilalui.
Seorang pejabat hanya mengonfirmasi bahwa setidaknya satu kapal melintasi wilayah yang berada dekat dengan pantai Iran.
Iran Tetap Pantau Aktivitas Pelayaran
Di tengah laporan pengawalan kapal oleh AS, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan terus memantau lalu lintas kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Perkembangan ini terjadi saat Washington dan Teheran berupaya menurunkan tensi konflik yang sempat memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Pada 29 Mei 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan dicabut.
Namun, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan militer AS masih melanjutkan blokade meskipun pengumuman tersebut telah disampaikan.
Gencatan Senjata Diperpanjang
Pekan ini, pejabat Amerika Serikat dan Iran sepakat memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari.
Iran juga berkomitmen membersihkan seluruh ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.
Kedua pihak turut menyepakati bahwa pengiriman barang melalui Selat Hormuz tidak akan dikenai pungutan apa pun.
Konflik antara kedua negara memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026 yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
AS dan Iran kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 8 April 2026, namun perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan sehingga Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





