
Pantau - Pemerintah baru Denmark berjanji meningkatkan kehadiran militer di kawasan Arktik, memperkuat kemampuan pertahanan nasional dan NATO, serta melanjutkan dukungan militer bagi Ukraina melalui program pemerintahan yang diumumkan pada Selasa (2/6/2026).
Fokus Perkuat Pertahanan dan Kawasan Arktik
Pemerintah Denmark menegaskan pengembangan kekuatan militer di wilayah Arktik akan terus dilakukan melalui kerja sama dengan negara-negara sekutu dan wilayah dalam Kerajaan Denmark.
"Pengembangan kekuatan militer yang diperlukan di Arktik terus berlanjut dalam kerja sama erat di dalam Kerajaan dan dengan sekutu kami," demikian bunyi program pemerintah tersebut.
Komitmen itu muncul setelah berakhirnya pembicaraan pembentukan pemerintahan baru yang disebut sebagai proses terpanjang dalam sejarah politik Denmark.
Pemerintah juga berencana mengalokasikan 5 persen produk domestik bruto (PDB) pada 2030 untuk sektor pertahanan dan kesiapan sipil, dengan 3,5 persen di antaranya dialokasikan langsung untuk pertahanan.
Selain itu, Denmark akan memperkuat sistem anti-drone, pertahanan udara dan rudal, meningkatkan jumlah wajib militer, serta memperbesar kekuatan pasukan cadangan untuk menghadapi kemungkinan mobilisasi saat perang.
Percepat Kerja Sama Uni Eropa dan Dukung Ukraina
Pemerintah baru Denmark juga menargetkan percepatan kerja sama pertahanan di dalam Uni Eropa guna mencapai kesiapan militer blok tersebut pada 2030.
Dokumen program tersebut menegaskan komitmen Denmark untuk terus mendukung Ukraina, termasuk dalam aspek militer dan proses menuju keanggotaan Uni Eropa.
Pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan fondasi angkatan bersenjata, khususnya pada sektor logistik yang menjadi penopang utama operasi pertahanan.
Buka Peluang Energi Nuklir
Selain sektor pertahanan, pemerintah Denmark mulai membuka peluang penggunaan energi nuklir melalui pengembangan reaktor modular kecil pada dekade 2040-an.
Langkah itu menjadi perhatian karena Denmark telah melarang penggunaan energi nuklir sejak 1985.
Pemerintah menyatakan energi nuklir dapat dimanfaatkan apabila terbukti aman, layak secara ekonomi, kompetitif, terstandarisasi, dan dapat diterapkan dalam skala besar.
Sebelumnya, pemerintah Denmark telah memulai kajian pada awal 2026 untuk mengidentifikasi peluang dan risiko penggunaan energi nuklir jika larangan tersebut dicabut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





