
Pantau - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan krisis dan penutupan Selat Hormuz telah mengubah pendekatan terhadap keamanan energi dengan menempatkannya sebagai isu kedaulatan dan keamanan nasional, bukan sekadar persoalan pembangunan ekonomi.
Selat Hormuz Dinilai Strategis bagi Keamanan Energi
Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan fasilitas yang dibangun dalam program investasi energi terbarukan di Turki pada Rabu (3/6).
“Penutupan Selat Hormuz mengajarkan kita bahwa keamanan energi bukan hanya masalah pembangunan, tetapi juga masalah kedaulatan dan keamanan nasional,” ujar Erdogan.
Ia mengatakan berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini semakin menegaskan posisi strategis Turki dalam peta energi global.
Menurut Erdogan, krisis yang berkepanjangan di Iran dan Selat Hormuz turut memperkuat peran Turki sebagai salah satu pusat energi utama di kawasan.
Turki Dorong Diversifikasi Pasokan Energi
Pemerintah Turki, kata Erdogan, terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pemasok energi eksternal dengan meningkatkan produksi dalam negeri serta mengembangkan energi terbarukan.
Ia juga menegaskan pentingnya diversifikasi sumber pasokan energi dan peningkatan efisiensi energi dalam berbagai sektor ekonomi.
Di tengah kondisi tersebut, Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloglu mengungkapkan pemerintah Turki bersama Arab Saudi tengah membahas pembangunan jalur kereta api baru yang berpotensi menjadi alternatif selain Selat Hormuz.
Rute tersebut disebut akan mengikuti jalur Kereta Api Hejaz dan berpeluang diperpanjang hingga Oman.
Konflik Iran Picu Gangguan Jalur Energi Global
Krisis di kawasan bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebelum kedua pihak mengumumkan gencatan senjata pada 7 April 2026.
Meski demikian, ketegangan yang berlanjut memicu blokade de facto di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar dunia.
Gangguan tersebut mendorong kenaikan harga energi global dan meningkatkan perhatian banyak negara terhadap keamanan rantai pasok energi internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





